SOLOBALAPAN.COM - Eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang kian memanas tak lepas dari dinamika geopolitik global.
Iran, yang dikenal dengan keberaniannya, ternyata tidak berdiri sendirian dalam menghadapi rivalnya.
Di belakangnya, ada dukungan dari tiga negara kuat yang memiliki peran dan kepentingannya masing-masing.
Dukungan ini terbagi dalam berbagai bentuk, mulai dari aliansi militer strategis, perlindungan diplomasi di panggung dunia, hingga solidaritas ideologis.
Berikut adalah tiga negara besar yang menjadi pendukung utama Iran:
1. Rusia: Sekutu Militer dan Pembela Vokal
Dukungan Rusia terhadap Iran adalah yang paling nyata dan vokal.
Presiden Vladimir Putin secara terbuka menegaskan bahwa Iran memiliki hak sah untuk membela diri dan menuding campur tangan pihak luar, seperti AS dan Israel, sebagai pemicu utama ketegangan regional.
Baca Juga: Perang Iran–Israel Jadi Sorotan, Pakar Ekonomi Unair Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi Global
Secara konsisten, Moskow menolak tuduhan agresi terhadap Iran tanpa bukti yang jelas.
Lebih dari sekadar kata-kata, hubungan kedua negara semakin erat melalui kerja sama strategis di bidang militer dan ekonomi, termasuk pengembangan drone bersama dan transfer teknologi senjata.
Aliansi ini menjadikan Rusia sebagai mitra paling vital bagi Iran dari segi pertahanan.
2. China: Pelindung Diplomasi dan Mitra Ekonomi
China mengambil posisi yang lebih hati-hati namun tetap berpihak pada Iran.
Secara diplomatis, Beijing menyerukan "penahanan diri" kepada semua pihak, namun di saat yang sama juga secara tegas mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Iran.
Menteri Luar Negeri China bahkan telah menawarkan diri untuk menjadi penengah yang konstruktif dan adil.
Dukungan China bersifat non-militer, namun sangat krusial di panggung internasional seperti PBB, serta dalam menjaga stabilitas ekonomi Iran melalui hubungan perdagangan strategis yang berkelanjutan.
China berperan sebagai perisai diplomasi bagi Iran.
3. Korea Utara: Saudara Ideologis Anti-Barat
Meskipun secara geografis jauh dari Timur Tengah, dukungan Korea Utara bersifat sangat ideologis.
Pyongyang memandang Israel sebagai "agresor imperialis" dan secara terbuka menyatakan solidaritas penuh kepada Iran dalam perjuangan bersama melawan pengaruh Amerika Serikat dan sekutunya.
Di balik layar, kedua negara ini juga memiliki sejarah panjang dalam berbagi teknologi militer, terutama dalam program pengembangan rudal.
Meskipun hubungan ini sering dibantah secara resmi, aliansi ideologis dan potensi kerja sama pertahanan ini memberikan dukungan moral dan strategis bagi Iran.
Dukungan dari tiga negara dengan kekuatan berbeda ini menunjukkan bahwa konflik Iran-Israel bukanlah sekadar pertikaian regional.
Ini adalah cerminan dari pergeseran aliansi global yang lebih besar, di mana posisi Iran di panggung dunia menjadi jauh lebih kompleks dan diperhitungkan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo