SOLOBALAPAN.COM – Ketegangan antara Iran dan Israel yang terus memanas sejak Jumat (13/6/2025) kini menjadi sorotan dunia.
Serangan militer yang dilancarkan kedua negara dikhawatirkan berdampak besar terhadap stabilitas global, terutama sektor energi dan ekonomi dunia.
Salah satu yang paling disorot adalah potensi lonjakan harga minyak dunia. Iran dikenal sebagai salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar, sehingga konflik yang melibatkan negara tersebut dapat memicu gejolak pasokan energi global.
Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Prof. Rossanto Dwi Handoyo, menilai konflik ini memberi dampak besar pada dinamika suplai dan permintaan minyak global.
Banyak negara yang belum beralih penuh ke energi terbarukan dan masih sangat bergantung pada minyak.
“Di titik ini, harga yang naik akan meningkatkan inflasi internasional. Kalau konflik ini bertahan lama seperti Rusia-Ukraina, maka akan cukup berat bagi dunia, dapat terjadi ketidakstabilan harga," ujar Prof. Rossanto, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (19/6/2025).
Ia menambahkan, kondisi ini berpotensi menjerumuskan dunia ke dalam situasi stagflasi, yakni stagnasi pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan laju inflasi tinggi.
Selain itu, letak geografis Iran dan Israel yang berada di jalur pelayaran utama ekspor dunia memperparah potensi dampak ekonomi global.
Gangguan di kawasan tersebut bisa mengganggu distribusi komoditas utama, termasuk minyak.
"Artinya dengan adanya konflik di wilayah tersebut (Iran dan Israel), memaksa negara-negara untuk mencari jalur perdagangan lain, (tidak menutup kemungkinan) akan menempuh jarak lebih jauh," paparnya.
Jalur baru yang lebih jauh akan menyebabkan kenaikan biaya logistik, sehingga mendorong naiknya harga jual barang.
Gangguan ini dapat memperburuk rantai pasok global dan menciptakan tekanan ekonomi di banyak negara.
"Investor dunia akan berpikir panjang kalau melakukan investasi, pastinya negara-negara Arab dihindari. Terjadinya penurunan investasi global ini berdampak pada menyusutnya perdagangan global,” tutup Prof. Rossanto. (dam)
Editor : Damianus Bram