SOLOBALAPAN.COM - Influencer asal Lampung, Bima Yudho, kembali menjadi pusat perhatian publik.
Setelah sebelumnya viral karena kritik tajam terhadap kondisi jalan rusak di daerah asalnya, kini nama Bima ramai dibicarakan karena pengakuan terbukanya soal orientasi seksual.
Semua bermula dari video yang diunggah Bima saat berada di sebuah club malam.
Salah satu netizen bertanya mengapa seluruh pengunjung dalam video tersebut tampak laki-laki. Tanpa ragu, Bima menjawab bahwa itu memang club gay.
Pernyataan itu pun langsung menyebar luas dan memicu perdebatan panas di media sosial.
Banyak netizen yang terkejut, namun tak sedikit pula yang mengaku sudah lama menduga identitas Bima.
“Feeling gue dari dulu sih dia emang gay, keliatan dari bahasa tubuhnya,” tulis salah satu komentar yang viral.
Namun, sebagian besar netizen justru menanggapi dengan nada negatif.
Ada yang kecewa, menganggap Bima tak lagi bisa dijadikan panutan karena pengakuannya tersebut.
Sebagian lainnya menyayangkan keberaniannya yang dinilai mencoreng citra dirinya sebagai sosok publik yang vokal membela isu rakyat.
Tak tinggal diam, Bima menanggapi berbagai komentar dengan nada tegas. Ia menyatakan bahwa orientasi seksualnya bukan urusan publik.
“Gak ada satu pun netizen yang ikut biayain hidup gue,” tulis Bima di salah satu unggahannya.
Pengakuan Bima soal orientasinya sebagai gay juga disampaikan secara terbuka dalam video terbarunya.
“So, I'm gay. Ini terjadi karena kontroversi video,” ucapnya lugas.
Ia juga menegaskan alasannya enggan membuat video klarifikasi karena tidak ingin menjelaskan hal yang menurutnya bersifat pribadi.
Bima juga menyebut hubungannya dengan keluarga tetap baik meskipun tidak mendapatkan dukungan penuh karena faktor kepercayaan.
“Aku komunikasi dengan mamah, ayah, dan keluarga, it's fine. Ini cuman perjalanan hidup aja bagi mereka. Walaupun mereka tidak mendukung karena muslim,” ujarnya.
Sontak, kolom komentar media sosialnya pun dibanjiri tanggapan.
Ada yang memberikan dukungan, memuji kejujuran Bima dan menyebutnya sebagai bentuk keberanian.
Namun tak sedikit pula yang menuliskan penolakan dan menyarankan agar Bima "kembali ke fitrah". (lz)
Editor : Laila Zakiya