Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kardinal Suharyo Tiba di Roma, Siap Ikuti Konklaf Pemilihan Paus Baru

Damianus Bram • Selasa, 6 Mei 2025 | 18:53 WIB
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo sebelum memasuki Aula Paulus VI.
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo sebelum memasuki Aula Paulus VI.

SOLOBALAPAN.COM — Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, telah tiba di Kota Roma, Italia, untuk mengikuti konklaf pemilihan Paus baru.

Ia mendarat di Bandara Internasional Fiumicino pada Minggu (4/5/2025) pukul 08.15 waktu setempat, setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta melalui Doha.

Kehadiran Kardinal Suharyo dalam konklaf ini sangat penting karena ia merupakan satu-satunya kardinal asal Indonesia yang memiliki hak suara dalam pemilihan Paus.

Dengan usia 74 tahun, Kardinal Suharyo masih memenuhi syarat sebagai kardinal elektor, sesuai aturan Gereja Katolik yang menetapkan batas usia maksimal 80 tahun untuk memilih Paus.

Dalam laporan resmi Humas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), perjalanan udara Jakarta–Doha–Roma berlangsung lancar.

Meskipun cukup melelahkan, Kardinal Suharyo tampak sehat dan bersukacita saat tiba di Roma.

Ia disambut oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, H.E. Trias Kuncahyono, beserta istri, serta sejumlah imam dan frater Indonesia yang menetap atau sedang studi di Roma.

Di antara yang hadir menyambut adalah Sekjen KAJ Romo Adi Prasojo, Pr., Romo Antonius Baur, Pr. yang tengah menempuh studi doktoral, dan Frater Richard Sadin, mahasiswa baru di Roma.

Konklaf pemilihan Paus dijadwalkan dimulai pada Selasa, 7 Mei 2025, setelah berakhirnya masa berkabung dan novemdiales—sembilan hari doa bagi mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu.

Kardinal Suharyo dikenal luas sebagai tokoh Gereja yang aktif dalam dialog antarumat beragama, serta telah menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta sejak 2010.

Ia diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019, dan diberi gelar Kardinal Imam dari Gereja Spirito Santo alla Ferratella.

Partisipasi Kardinal Suharyo dalam konklaf ini menjadi simbol representasi umat Katolik Indonesia di panggung tertinggi Gereja Katolik global.

Umat Katolik dari berbagai belahan dunia kini menantikan siapa yang akan terpilih menjadi penerus Takhta Suci Vatikan, menggantikan Paus Fransiskus yang dikenal penuh welas asih dan progresif. (dam)

SEMRINGAH: Direktur RSUD MA Sumenep dr. Erliyati ketika menerima bantuan dari PABOI dan YOI di Pendopo Keraton Sumenep.
SEMRINGAH: Direktur RSUD MA Sumenep dr. Erliyati ketika menerima bantuan dari PABOI dan YOI di Pendopo Keraton Sumenep.
Editor : Damianus Bram
#ignatius suharyo #vatikan #Konklaf #pemilihan paus #kardinal suharyo