SOLOBALAPAN.COM - Fenomena internet khas Indonesia kembali menarik perhatian dunia.
Kali ini, karakter ikonik "Tung Tung Tung Sahur" yang dikenal dari berbagai konten absurd dan viral di media sosial, diangkat ke dalam bentuk animasi 3D oleh kreator asal Toronto, Mark Cannataro.
Mark Cannataro adalah seorang animator dan sinematografer 3D berbakat yang telah lama dikenal melalui karya-karyanya yang unik dan penuh humor.
Namanya tidak asing di dunia maya, khususnya di YouTube dan TikTok, di mana kanalnya, Mark Cannataro Films, telah mengumpulkan lebih dari 7 juta pelanggan dan 194 juta total likes di TikTok.
Selama ini, Cannataro dikenal sering menghidupkan kembali karakter dari berbagai waralaba populer seperti Star Wars, Mario Kart, hingga Toy Story, dalam video animasi yang ia beri sentuhan orisinal dan lucu.
Beberapa karyanya yang populer termasuk Mario in The Shining, The World Cup but it’s Toy Story, dan konten 360° seperti Mortal Kombat: Konfidence Is Key, yang memberikan pengalaman virtual reality bagi penontonnya.
Meski mayoritas audiensnya berasal dari kalangan anak-anak dan remaja, kejutan datang ketika ia tiba-tiba mengangkat fenomena khas Indonesia, yakni Tung Tung Tung Sahur, dalam bentuk video animasi 3D.
Dalam dua unggahan terbarunya, karakter Tung Tung Tung Sahur terlihat mengikuti tren TikTok bersama tokoh animasi orisinal lainnya, Ballerina Cappucina, yang berperan sebagai videografer.
Langkah Cannataro ini langsung menuai respons luar biasa dari warganet, baik dari dalam negeri maupun internasional.
Dua video animasi bertema Tung Tung Tung Sahur itu viral dalam waktu singkat, masing-masing mengantongi lebih dari 21 juta dan 9 juta likes di TikTok.
Masuknya fenomena lokal Indonesia ke ranah global lewat tangan kreatif animator dunia seperti Mark Cannataro menjadi bukti kuat bahwa budaya internet Indonesia mampu menembus batas geografis.
Lebih dari sekadar hiburan, hal ini juga membuka ruang baru bagi kolaborasi lintas budaya dan memperkenalkan kekayaan kreativitas lokal ke panggung dunia digital. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo