SOLOBALAPAN.COM - Dua dekade lebih kasus pembunuhan brutal di Goa Kramat, Cimerak, Ciamis, Jawa Barat, nyaris terlupakan.
Namun kini, kisah pilu itu kembali mengemuka usai dua anak korban, Raena dan Reni, mengungkapkan fakta memilukan di podcast Curhat Bang Denny Sumargo.
Video tersebut viral dan membuat publik bertanya-tanya: siapa sebenarnya dalang di balik pembunuhan sadis ini?
Kisah Kelam dari Tahun 2000
Peristiwa ini terjadi pada tahun 2000. Kala itu, Haji Sopandi—ayah Raena dan Reni—dikenal sebagai sosok religius dan pekerja keras.
Ia mendadak hilang selama sepuluh hari bersama sopir pribadinya. Keluarga panik, hingga akhirnya dikejutkan oleh penemuan jasad keduanya di dalam Goa Kramat.
Yang membuat nyali merinding adalah kondisi tubuh korban. Leher Haji Sopandi nyaris terpenggal, wajah dan kaki dihancurkan.
Motifnya pun mengejutkan: uang tunai sebesar Rp130 juta yang dibawa korban sebelum menghilang, diduga menjadi salah satu alasan keji pembunuhan ini.
Dibunuh oleh Rekan Sendiri
Dalam penuturannya, Reni, anak sulung Haji Sopandi yang kala itu masih duduk di bangku kelas 2 SMA, mengungkap bahwa ayahnya dibunuh oleh rekan kerjanya sendiri, berinisial A, bersama delapan orang lainnya.
Ia menyebut para pelaku sudah diringkus, namun dalang sebenarnya hingga kini belum pernah terungkap secara jelas.
“Kami tahu mereka ditangkap. Tapi siapa yang menyuruh, siapa otaknya, sampai sekarang kami tidak tahu,” ujar Reni dengan nada getir.
Raena Baru Tahu Ayahnya Dibunuh Saat Dewasa
Yang tak kalah menyayat hati adalah pengakuan Raena, adik Reni, yang saat kejadian baru berusia empat bulan.
Karena dibesarkan tanpa mengenal sosok ayah kandung, Raena sempat mengira pamannya adalah ayah biologisnya.
“Baru setelah dewasa aku tahu yang sebenarnya. Rasanya hancur banget,” ucap Raena dalam podcast tersebut.
Selama bertahun-tahun, keluarga mencoba menyembunyikan kenyataan pahit itu dari Raena. Trauma mendalam masih membekas.
Mereka hidup dalam bayang-bayang ketidakadilan dan teka-teki yang tak pernah benar-benar tuntas.
Publik Bertanya: Apa Motif Sebenarnya?
Meski beberapa tersangka telah diproses hukum, motif di balik pembunuhan Haji Sopandi masih menyisakan misteri.
Benarkah semata-mata karena uang? Atau ada konflik personal dan pengkhianatan yang lebih dalam?
Kini, setelah kesaksian Raena dan Reni viral, publik berharap ada penyelidikan ulang atau pengungkapan baru yang bisa memberikan keadilan bagi keluarga yang telah menanti selama 24 tahun.
Kisah ini menunjukkan betapa trauma bisa tersimpan dalam diam selama bertahun-tahun.
Kasus pembunuhan yang belum tuntas sepenuhnya seperti ini patut menjadi perhatian aparat dan media.
Siapa pun dalang di balik pembantaian keji tersebut, pantas untuk dimintai pertanggungjawaban. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo