SOLOBALAPAN.COM - Arra, bocah yang terkenal di media sosial karena tingkah uniknya, kali ini menuai kontroversi setelah ucapannya yang dianggap merendahkan para buruh pabrik viral di media sosial.
Pernyataan Arra tentang wajah 'hinyai' seperti 'teteh-teteh bubaran pabrik' memancing kemarahan netizen, terlebih orang tuanya justru tertawa dan terkesan mendukung.
Dalam video yang tersebar luas di media sosial, Arra tampak meminta pelembab wajah pada ibunya agar kulitnya tidak terlihat 'hinyai'.
Istilah 'hinyai' sendiri dalam bahasa Sunda merujuk pada wajah kusam, berminyak, dan terlihat tidak segar.
Namun, komentar Arra berikutnya dinilai menyinggung banyak pihak.
Dengan gaya bicara khasnya, Arra menyebut tidak ingin kulitnya terlihat 'hinyai seperti teteh-teteh bubaran pabrik'.
Reaksi kedua orang tuanya yang malah tertawa dan tidak memberi teguran justru semakin memperparah situasi.
Menanggapi viralnya video ini, psikolog Lita Gading ikut angkat bicara dan menyoroti sikap orang tua Arra.
Ia mengaku heran dengan sikap orang tua yang tidak memberikan pemahaman tepat pada anaknya.
"Ampun, anak kecil bisa ngomong gitu. Aneh saya, yang ngajarin siapa? Ortunya malah ketawa-ketawa dan mendukung. Harusnya ngasih tahu, 'nggak boleh ya kayak gitu', itu namanya merendahkan orang," ujar Lita dikutip melalui akun Instagram @rumpi_gosip.
Lita menekankan bahwa orang tua seharusnya lebih peka sebelum mengunggah konten di media sosial.
"Harus diperhatikan dulu, ada nggak bahasanya yang benar atau menyinggung perasaan orang?" tambahnya.
Tidak hanya itu, Lita juga secara tegas mengingatkan potensi eksploitasi anak dalam kasus ini.
Ia bahkan menyatakan tidak segan melaporkan orang tua Arra ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) jika eksploitasi ini terus berlangsung.
"Kalau anaknya begini terus, saya akan laporkan ke Perlindungan Anak. Karena ini termasuk eksploitasi. Ortunya mau cari duit, tapi jalurnya lewat Arra. Anaknya dijual untuk mendapatkan penghasilan buat ortunya," tegasnya.
Mega Vallentina, ibu Arra, hingga kini masih memilih diam meski banyak sindiran dari netizen terkait pernyataan anaknya tersebut.
Sikap diam Mega malah makin mengundang cibiran netizen, yang menyebutnya kurang peka terhadap masalah.
Sebelumnya, Mega dan suaminya, Billi Sandi Pratama, juga pernah dikritik soal pola asuh mereka terhadap Arra, khususnya mengenai komentar sang anak tentang perempuan yang tidak berhijab.
Menyikapi polemik tersebut, Billi sempat membuat video permintaan maaf kepada publik.
"Kami, Baba dan Bubunya Arra, mohon maaf sebesar-besarnya jika ada perkataan kami yang menyinggung dan memicu pro kontra. Kami sadar bahwa topik agama dan hijab sangat sensitif," ujar Billi dalam video klarifikasi.
Billi menambahkan bahwa mereka sebagai content creator masih belajar dan tidak memiliki maksud buruk.
"Video ini kami buat agar tidak ada lagi kesalahpahaman. Kami mohon keikhlasan teman-teman semua untuk memaafkan kami yang masih belajar menjadi orang tua. Semoga berkenan," tutupnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya