Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Iskandar Ismail? Pendiri Indonesia Airlines yang Berbasis di Singapura, Kini Tuai Kontroversi?

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 12 Maret 2025 | 02:06 WIB
Iskandar Ismail pemilik Indonesia Airlines.
Iskandar Ismail pemilik Indonesia Airlines.

SOLOBALAPAN.COM - Iskandar Ismail, seorang pengusaha asal Aceh, kini tengah menjadi perhatian publik setelah berhasil mendirikan Indonesia Airlines, sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura.

Indonesia Airlines hadir sebagai pemain baru dalam industri penerbangan, dengan pusat operasional awalnya berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Lahir pada 7 April 1983 di Aceh, Iskandar menyelesaikan pendidikannya di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Perjalanan kariernya dimulai di sektor pemerintahan, di mana ia bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias setelah terjadinya tsunami yang melanda wilayah tersebut.

Setelah beberapa tahun berkecimpung di BRR, Iskandar melanjutkan karier di sektor kelistrikan dan energi, bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN) antara tahun 2006 hingga 2009.

Namun, perjalanan kariernya tidak berhenti di situ.

Iskandar kemudian beralih ke sektor perbankan dan asuransi sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai usaha di sektor bisnis yang lebih luas.

Namun, perjalanan bisnis Iskandar sempat terhambat akibat pandemi Covid-19. Meski begitu, ia tidak menyerah dan justru melihat peluang di tengah kesulitan tersebut.

Pada akhirnya, ia bergabung dengan mitra bisnis asal Singapura, dan bersama-sama mereka mendirikan Calypte Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, termasuk energi, pertanian, dan penerbangan.

Dari sinilah muncul ide untuk mendirikan Indonesia Airlines, yang kini tengah menjadi perhatian di industri penerbangan.

Pada 7 Maret 2025, Indonesia Airlines resmi diluncurkan setelah pencatatan resmi di hadapan notaris.

Maskapai ini merencanakan pengoperasian sekitar 20 pesawat pada tahap awal, dengan armada yang mencakup Airbus A321neo, Airbus A350-900, dan Boeing 787-9.

Baca Juga: Skandal Pedofilia Kim Soo Hyun Mencuat, Nama Park Bo-gum Ikut Terseret! Lu Nggak Menjijikkan Kayak Gini Kan?

Indonesia Airlines hadir dengan visi untuk memberikan pengalaman penerbangan yang lebih nyaman dan efisien, berharap dapat bersaing dengan maskapai besar lainnya, baik di pasar domestik maupun internasional.

Keputusan Iskandar untuk mendirikan perusahaan di Singapura, bukan di Indonesia, memunculkan berbagai pandangan.

Beberapa pihak merasa heran dengan pilihan tersebut, sementara yang lain mendukung langkah Iskandar dengan harapan keputusan ini akan memberikan dampak positif bagi industri penerbangan Indonesia.

Meskipun terdapat kontroversi, Iskandar tetap yakin bahwa pilihan tersebut merupakan keputusan terbaik untuk perkembangan Indonesia Airlines ke depan.

Langkah besar yang diambil oleh Iskandar Ismail ini menunjukkan bahwa meskipun berawal dari tantangan, semangat kewirausahaan yang tinggi dapat membawa hasil yang luar biasa.

Indonesia Airlines, sebagai maskapai yang baru berdiri, memiliki potensi besar untuk memperkenalkan inovasi dalam dunia penerbangan, terutama dalam meningkatkan kenyamanan serta efisiensi bagi para penumpang.

Ke depannya, langkah ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting bagi perkembangan industri penerbangan Indonesia yang semakin pesat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#singapura #iskandar ismail #indonesia airlines #kontroversi