SOLOBALAPAN.COM - Kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang pria berinisial JHPM (22) menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Ia diduga merekam aktivitas perempuan di toilet kampus dan pusat perbelanjaan di Surabaya dan Sidoarjo, lalu menjual hasil videonya dengan harga Rp100.000 hingga Rp700.000.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah akun X @aarummanis mengunggah informasi terkait dugaan kejahatan tersebut.
Dalam unggahan itu, terlihat wajah pelaku serta beberapa bukti chat, klarifikasi, dan ijazah yang menunjukkan identitasnya.
Dugaan ini semakin diperkuat dengan temuan bahwa pelaku kemungkinan tidak beraksi sendirian, melainkan tergabung dalam sindikasi yang menjual video hasil rekaman diam-diam di toilet umum.
Unggahan @aarummanis langsung menyita perhatian publik, terutama karena aksi pelaku diduga telah berlangsung sejak 2023 dan kasus terbaru terjadi pada 30 Januari 2025.
'ALERTA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL di SURABAYA! MEREKAM PEREMPUAN DI TOILET,' tulis akun tersebut.
Warganet geram atas tindakan ini dan menuntut pihak berwenang segera menangkap serta mengusut tuntas kasus ini.
Banyak warganet yang merasa was-was dan meminta perempuan lebih berhati-hati saat berada di toilet umum.
Sementara itu, pihak kepolisian masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai kasus ini, karena hingga saat ini belum ada laporan dari pihak korban atau instansi terkait.
Menariknya, sebelum tersandung kasus ini, JHPM sempat menjadi mahasiswa berprestasi.
Pada tahun 2021, ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2020 di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.
Bahkan, ia pernah terpilih sebagai Duta Berbakat di fakultasnya, sebuah penghargaan yang diumumkan secara resmi.
“Duta Berbakat diserahkan kepada JHPM dari Prodi Ilmu Sejarah angkatan 2020,” tulis dalam laman resmi kampusnya.
Namun, kini namanya justru tercoreng akibat dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya.
Pihak kampus pun telah menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh JHPM adalah tanggung jawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi.
"Pelanggarannya (pelaku) kan bukan karena masalah akademik, seperti plagiat," ujar Prof. Sarkawi B. Husain, Kepala Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah tempat JHPM menempuh pendidikan.
JHPM Lulusan Kampus Mana?
Berdasarkan informasi yang beredar, JHPM merupakan alumni Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, angkatan 2020.
Ia lulus dari kampus tersebut sebelum akhirnya namanya viral akibat dugaan skandal pelecehan seksual ini. (lz)
Editor : Laila Zakiya