Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Gusti Purbaya yang Viral Karena Menyesal Masuk ke Republik? KGPAA Hamangkunegoro Singgung Lagi soal Munir!

Laila Zakiya • Sabtu, 1 Maret 2025 - 18:35 WIB
Unggahan media sosial KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram yang sempat viral.
Unggahan media sosial KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram yang sempat viral.

SOLOBALAPAN.COM - Nama KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, atau yang lebih dikenal dengan Gusti Purbaya, mendadak viral di media sosial setelah melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi Republik Indonesia.

Putra Mahkota Keraton Surakarta ini secara terang-terangan menyatakan kekecewaannya terhadap negeri ini, terutama setelah mencuatnya kasus korupsi di PT Pertamina Patra Niaga.

Pernyataan yang paling menarik perhatian adalah unggahannya di Instagram story yang berbunyi:

"Percuma Republik kalau cuma untuk membohongi."

Tak hanya itu, ia juga menulis, "Nyesel gabung republik," sebelum akhirnya unggahan tersebut dihapus.

Siapa sebenarnya Gusti Purbaya? Mengapa seorang putra mahkota kerajaan bisa sampai mengkritik sistem republik?

Gusti Purbaya adalah anak bungsu dari Raja Keraton Solo, Pakubuwana XIII, dan permaisuri KRAy Pradapaningsih.

Sebagai putra mahkota, ia memiliki peluang besar untuk naik takhta dalam prosesi suksesi Keraton Solo.

Gelarnya sebagai KGPAA Hamangkunegoro diberikan dalam prosesi Tinggaldalem Jumenengan SKKS Pakubuwana XIII ke-18 pada 27 Februari 2023.

Di usianya yang baru 22 tahun, ia telah dikenal luas di kalangan politik, termasuk dekat dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Selain sebagai pewaris Keraton Solo, Gusti Purbaya juga menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang, dengan jurusan Hukum.

Unggahan "Percuma Republik kalau cuma untuk membohongi" yang ia bagikan di Instagram diduga merupakan bentuk kemarahannya terhadap kasus korupsi yang menyeret PT Pertamina Patra Niaga.

Salah satu hal yang menambah kemarahannya adalah dugaan pengoplosan Pertamax yang membuat rakyat tetap dirugikan meski mereka membayar lebih mahal untuk BBM yang diklaim berkualitas lebih tinggi.

Gusti Purbaya bahkan membagikan unggahan jurnalis Dandhy Laksono, yang berisi sindiran:

"Bahkan saat berniat baik pakai Pertamax karena merasa tak berhak disubsidi pun, kita tetap ditipu di negara ini."

Tak hanya itu, ia juga mengunggah cuitan tentang kasus pembunuhan aktivis Munir yang menunjukkan bagaimana negara gagal melindungi rakyatnya.

Hingga kini, Gusti Purbaya belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait pernyataan tersebut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #KGPAA Hamangkunegoro #gusti purbaya