Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Pemilik Agung Sedayu Group? Sosok Sugianto Kusuma yang Mengaku Punya Sertifikat HGB di Laut Tangerang

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 23 Januari 2025 | 23:08 WIB
Konglomerat properti Sugianto Kusuma alias Aguan pemilik Agung Sedayu Group.
Konglomerat properti Sugianto Kusuma alias Aguan pemilik Agung Sedayu Group.

SOLOBALAPAN.COM - Sugianto Kusuma, yang lebih dikenal dengan nama Aguan, adalah sosok di balik Agung Sedayu Group (ASG), salah satu perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia.

Nama Aguan belakangan ini ramai diperbincangkan seiring dengan penemuan pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer yang terletak di perairan Tangerang, Banten.

Terungkap bahwa pagar laut tersebut sudah memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Kabar ini diumumkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid, pada sebuah konferensi pers pada Senin, 20 Januari 2025.

"Kami sampaikan, kami mengakui atau kami membenarkan ada sertifikat (HGB) yang ada di kawasan pagar laut sebagaimana yang muncul di sosial media," ujarnya.

Nusron menjelaskan bahwa total sertifikat HGB di kawasan tersebut berjumlah 263 bidang, yang dimiliki oleh beberapa perusahaan dan perseorangan.

Di antaranya adalah PT Cahaya Inti Sentosa, yang memiliki 20 bidang HGB, serta PT Intan Agung Makmur yang memiliki 234 bidang.

Sementara itu, terdapat pula sembilan bidang yang terdaftar atas nama perseorangan.

Menariknya, diketahui bahwa jajaran pengurus dari PT Intan Agung Makmur dan PT Cahaya Inti Sentosa adalah orang yang sama.

Freddy Numberi dan Belly Djaliel, yang merupakan komisaris dan direktur di Cahaya Inti Sentosa, juga terlibat dalam perusahaan-perusahaan ini.

Pemegang saham utama dari Cahaya Inti Sentosa meliputi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Agung Sedayu, dan PT Tunas Mekar Jaya.

Lantas, siapa sebenarnya Aguan? Berikut adalah profil singkatnya.

Profil Sugianto Kusuma (Aguan)

Sugianto Kusuma lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 10 Januari 1951.

Ia menikah dengan Rebecca Halim dan dikaruniai empat anak: Richard Halim Kusuma, Lareina Halim Kusuma, Luvena Katherine Halim, dan Alexander H. Kusuma.

Saudara laki-lakinya, Susanto Kusuma, juga merupakan pemegang saham di Agung Sedayu, sementara keponakannya, Steven Kusumo, menjabat sebagai CEO Agung Sedayu Group.

Pada 1971, Aguan mendirikan Agung Sedayu Group, sebuah perusahaan kontraktor rumah pertokoan.

Dalam sepuluh tahun pertama, perusahaan ini mulai dikenal luas berkat promosi dari mulut ke mulut dan kerja keras timnya.

ASG berkembang pesat, memperluas pangsa pasar dan membangun kemitraan bisnis yang lebih luas.

Sejak 1991, ASG berhasil meraih kesuksesan besar melalui proyek Harco Mangga Dua, mal elektronik terintegrasi pertama di Indonesia.

Keberhasilan ini diikuti dengan pengembangan proyek-proyek besar lainnya, seperti Taman Palem yang seluas 200 hektar dan sejumlah apartemen serta pusat perbelanjaan ternama seperti Ashta District 8, Mall of Indonesia, PIK Avenue, dan Grand Galaxy Park.

Selain itu, Aguan juga terlibat dalam bisnis kaleng dan kemasan melalui PT Pratama Abadi Nusa Tbk, yang kemudian bertransformasi menjadi Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2).

Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan juga sebagai Wakil Komisaris Utama di PT Bank Artha Graha International, yang dimiliki oleh Tomy Winata.

Tomy Winata, seorang pengusaha Tionghoa, dikenal aktif di sektor perbankan dan properti.

Kerja sama strategis mereka melahirkan sejumlah proyek real estate besar, di antaranya kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelapa Gading, hingga Sudirman Central Business District (SCBD) yang bergengsi.

Aguan juga merupakan salah satu dari sepuluh pengusaha yang berencana berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) dengan total investasi senilai Rp 40 triliun.

Berdasarkan berbagai sumber, harta kekayaan Aguan diperkirakan mencapai Rp 42,73 triliun.

Tak hanya sukses di dunia bisnis, Aguan juga aktif dalam kegiatan sosial.

Pada tahun 2002, ia bersama istrinya bergabung dengan Tzu Chi, sebuah organisasi sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada 1966 di Hualien, Taiwan. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Agung Sedayu Group #sertifikat #laut tangerang #sugianto kusuma #hgb