Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Jadi Pihak yang Minta Maaf, Begini Nasib Terbaru Neni Herlina setelah Satryo Soemantri Brodjonegoro Didemo Pegawai Kemendikti Saintek

Laila Zakiya • Selasa, 21 Januari 2025 | 22:22 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Satryo Soemantri Brojonegoro.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Satryo Soemantri Brojonegoro.

SOLOBALAPAN.COM - Nasib Neni Herlina, pegawai Kemendikti Saintek yang menjadi pusat perhatian dalam demonstrasi besar-besaran pegawai kementerian, kini memasuki babak baru.

Setelah aksi demo pada Senin (20/1/2025) memprotes dugaan pemecatan sepihak yang dilakukan oleh Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro, Neni tidak hanya bertahan sebagai pegawai, tetapi juga meminta maaf kepada sang menteri.

Sekjen Kemendikti Saintek, Togar M Simatupang, memastikan bahwa Neni Herlina tetap menjadi bagian dari kementerian tersebut.

“Iya (tetap di Kemendikti Saintek),” ujar Togar, seraya menegaskan bahwa perselisihan antara Neni dan Satryo telah berakhir damai.

Kesepakatan damai ini dicapai setelah pertemuan antara Neni, Satryo, dan sejumlah pihak terkait, termasuk Ketua Paguyuban Pegawai Dikti, Suwitno, di rumah dinas Menteri Satryo pada Senin malam.

“Di situ terjadi perbincangan dari mulai aspirasi, perbedaan yang ada, sampai rekonsiliasi. Saling menerima, memaafkan, dan meluruskan hal-hal yang perlu diluruskan,” jelas Togar.

Sebelumnya, Neni mengaku dipecat secara tidak etis oleh Satryo akibat masalah sederhana: permintaan mengganti meja kerja di ruangan menteri.

Permintaan itu, kata Neni, datang dari istri Satryo, Silvia Ratnawati Brodjonegoro, tak lama setelah Satryo resmi menjabat.

"Saya sudah ditandai sejak masalah meja itu. Meja di ruang beliau diminta diganti oleh istrinya. Setelah itu, saya dipanggil dan dibilang: 'Kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu,'" ungkap Neni.

Ia juga menyebut bahwa pemecatan tersebut dilakukan di depan staf dan anak magang, yang menurutnya mempermalukan dirinya.

Neni menambahkan bahwa pemecatan kerap dilakukan secara mendadak di Kemendikti Saintek.

Salah satu kasus melibatkan pegawai yang diberhentikan melalui telepon saat sedang sakit.

Ia menilai tindakan ini jauh dari prosedur formal yang seharusnya diterapkan sesuai aturan ASN.

Dalam pertemuan dengan Satryo, Neni bersama seorang pegawai lain, Wignyo, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Satryo mengungkapkan bahwa Neni berjanji akan mengikuti aturan kementerian dan mendukung langkah reformasi yang sedang dilakukan.

"Setelah berbicara cukup panjang, kedua tokoh aksi tersebut menyampaikan permohonan maaf karena kejadian tadi pagi (kemarin) itu," kata Satryo. (lz)

Direktur PT RNM, dr Syamsul Bahri MPH MKK
Direktur PT RNM, dr Syamsul Bahri MPH MKK
Editor : Laila Zakiya
#viral #Neni Herlina #demonstrasi #Satryo Soemantri Brodjonegoro #Kemendikti Ristek