SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 oleh segelintir anggota polisi terus menuai perhatian.
Tidak hanya publik, komika Gilang Bhaskara juga turut memberikan komentar menohok melalui akun X pribadinya, menyindir perilaku yang mencoreng institusi kepolisian tersebut.
Dalam cuitannya pada Sabtu, 21 Desember 2024, Gilang mengaku telah lama mendengar kabar tentang dugaan pemerasan di ajang DWP.
“Sudah sejak lama tau DWP suka ada beginian, tapi masih kabar burung aja,” tulisnya.
Namun, dengan viralnya laporan warga Malaysia, kebenaran praktik ini akhirnya terungkap dan ditindak.
Gilang pun mengapresiasi peran netizen Malaysia yang turut menguak kasus ini.
“Thank you Malaysia sudah semakin membuat parcok go internesyenel,” ujarnya.
Keheranan Gilang semakin memuncak saat mendengar bahwa 18 anggota polisi ditahan terkait kasus ini.
Dengan nada sarkastik, ia mempertanyakan penggunaan istilah "oknum" yang sering digunakan untuk menutupi pelanggaran.
“Btw oknum kok 18 orang ya? Ga kurang banyak?” sindir Gilang.
Cuitannya ini mendapat dukungan dari para pengikutnya, yang juga menyoroti kasus tersebut dengan kritik tajam.
“Klo 18 org berarti SINDIKAT KHUSUS, memang dilatih khusus dari MARKASnya,” komentar salah satu warganet.
Di sisi lain, Divisi Propam Polri telah mengamankan 18 anggota polisi yang diduga terlibat.
Menurut Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, langkah ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk menindak pelanggaran secara profesional.
“Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi. Investigasi pun telah kami lakukan secara profesional, transparan, dan tuntas,” jelasnya.
Viralnya keluhan warga Malaysia mengenai pemerasan ini juga memunculkan seruan untuk memboikot DWP.
Akun X @senjatanuklir, yang pertama kali mengangkat isu ini, membagikan keluhan tersebut, menunjukkan bahwa banyak warga negara asing merasa dirugikan.
“Dari komen akun resmi DWP, banyak WNA khususnya Malaysia ditangkap dan dipalak,”** tulis akun tersebut. (lz)