Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Orang Tua Siswa SD di Tanjungpinang Heran: Hadiah Anak Juara Lomba Dipotong 50 Persen Padahal Modal Pribadi, Kini Anaknya Malah Dikeluarkan!

Laila Zakiya • Kamis, 12 Desember 2024 | 22:39 WIB
Siswa SD di Tanjungpinang malah dikeluarkan dari sekolah meski baru mendapatkan hadiah lomba.
Siswa SD di Tanjungpinang malah dikeluarkan dari sekolah meski baru mendapatkan hadiah lomba.

SOLOBALAPAN.COM - Nasib malang menimpa seorang siswa SD berinisial JS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Meski berhasil membawa pulang juara pertama dalam lomba pidato berbahasa Melayu tingkat provinsi, anak berusia 10 tahun ini justru dikeluarkan dari sekolahnya.

Siswa SD tersebut diduga dikeluarkan dari sekolah akibat protes orang tua JS atas potongan hadiah lomba yang dinilai tidak masuk akal.

Sebelumnya, JS berhasil memenangkan hadiah sebesar Rp4 juta dari lomba pidato yang diikutinya.

Namun, setelah menerima uang hadiah, orang tua JS terkejut karena uang hadiah milik anaknya itu dipotong hingga 50 persen, menyisakan Rp1,9 juta.

Potongan ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat hadiah tersebut merupakan penghargaan atas usaha dan prestasi anak mereka.

Menurut unggahan akun X @Heraloebss, orang tua JS tidak hanya mempertanyakan potongan pajak tersebut, tetapi juga menyoroti kurangnya fasilitas yang diberikan oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) selama keberangkatan anak mereka ke lomba.

"Sang murid berangkat lomba tidak difasilitasi oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik)," tulis akun tersebut.

Mulanya, orang tua JS mengaku menyerahkan hadiah uang tersebut ke pihak sekolah dengan harapan prestasi anak mereka akan diumumkan saat perayaan Hari Guru.

Namun, apa yang terjadi justru di luar dugaan.

Tidak hanya hadiah dipotong, nama JS pun tidak diumumkan sebagai juara di acara sekolah.

Baca Juga: Aisar Khaled Disebut Atta Halilintar Cuma Gimmick PDKT dengan Fuji: Saya Tulus Mengikuti Kata Hati

"Ternyata tidak diumumkan, uangnya juga malah dipotong, jadi sang anak cuma dapat Rp1,9 juta," ungkap Indra Imran, ayah JS, seperti dilansir dari akun X @Heraloebss.

Ketidakpuasan ini mendorong orang tua JS untuk mengajukan protes kepada pihak sekolah.

Sayangnya, langkah tersebut malah berujung pada keputusan mengejutkan: anak mereka dikeluarkan dari sekolah.

Ayah JS, Indra Imran, menyebut bahwa protes mereka bukan tanpa alasan.

Sebagai orang tua, mereka merasa berhak mempertanyakan transparansi potongan hadiah yang dinilai tidak adil.

"Sampai singkat ceritanya anak saya juara nih kembali ke sekolah dengan uang yang kita serahkan ke sekolah terlebih dahulu, tidak langsung kita mengambil inisiatif sendiri," ujar Indra.

Indra juga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengambil semua uang hadiah anak mereka.

Namun, potongan pajak sebesar 50 persen menjadi masalah yang sulit diterima.

"Ternyata tidak diumumkan, uangnya juga malah dipotong," tambahnya.

Banyak yang merasa simpati dengan nasib JS yang seharusnya menikmati hasil kerja kerasnya, tetapi justru menjadi korban kebijakan yang dianggap tidak adil.

Beberapa pihak juga mempertanyakan keputusan sekolah yang menjadikan siswa sebagai "korban" dalam konflik antara orang tua dan pihak sekolah.

"Seorang siswa SD di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri dikeluarin dari sekolah karena orang tua protes terkait dugaan pemotongan hadiah lomba sebesar 50%," tulis akun X @Heraloebss. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #dikeluarkan dari sekolah #siswa sd #tanjungpinang #kepulauan riau