SOLOBALAPAN.COM - Nama Ivan Sugianto, yang tengah viral karena aksi intimidasinya terhadap siswa SMAK Gloria 2 Surabaya, semakin menjadi sorotan.
Tidak hanya aksinya yang memaksa siswa untuk sujud dan menggonggong yang menjadi perhatian, tetapi juga klaim bahwa Ivan Sugianto adalah pemilik klub malam Valhalla Spectaclub.
Namun, dugaan kepemilikan Valhalla Spectaclub oleh Ivan Sugianto dibantah oleh Ivan Kuncoro, sosok yang ternyata adalah pemilik sah dari Valhalla Spectaclub.
Dalam klarifikasinya kepada wartawan pada Kamis (14/11/2024) seperti dikutip dari Kilat.com, Ivan Kuncoro dengan tegas menyatakan bahwa Ivan Sugianto tidak memiliki hubungan apa pun dengan bisnis miliknya.
"Informasi itu salah besar. Sebenarnya yang dimaksud Ivan Valhalla itu adalah saya, Ivan Kuncoro, bukan Ivan Sugianto," ujar Kuncoro.
Ia menambahkan bahwa baik pemegang saham maupun pegawai di Valhalla tidak ada yang bernama Ivan Sugianto.
"Jadi selama ini publik sudah salah persepsi," tegasnya.
Kuncoro juga menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan kasus intimidasi yang dilakukan Ivan Sugianto terhadap siswa SMAK Gloria 2 Surabaya.
Sebagai seorang ayah, Kuncoro menilai masalah anak seharusnya tidak melibatkan orang tua secara berlebihan. "Siapa pun harus mendukung sekolah yang aman dan nyaman bagi anak didik," katanya.
Valhalla Spectaclub sendiri, yang berlokasi di Jalan Kombes M. Duryat, Surabaya, sebelumnya telah menuai kontroversi.
Pada Juni 2024, klub malam ini sempat digeruduk massa dari Federasi Masyarakat Sipil Bersatu (FMSB).
Mereka menuding bahwa Valhalla tidak memiliki izin resmi dan dianggap berpotensi mengganggu moral generasi muda Surabaya.
Sementara itu, kontroversi Ivan Sugianto tidak berhenti di situ.
Akun X @Bantalguli79264 sebelumnya melaporkan bahwa Ivan adalah pemilik Valhalla, namun kini kabar tersebut dibantah secara tegas oleh Ivan Kuncoro.
Dalam unggahan lainnya, Ivan Sugianto juga terlihat bersama beberapa pria, termasuk seorang perwira TNI berpangkat Kolonel.
Foto tersebut memicu dugaan bahwa Ivan memiliki 'bekingan' dari militer, meski hal ini belum terbukti secara sah. (lz)
Editor : Laila Zakiya