Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Benny Laos? Calon Gubernur Maluku Utara yang Meninggal Dunia dalam Insiden Speedboat Meledak

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 15 Oktober 2024 - 02:13 WIB
Almarhum Benny Laos saat bersama istrinya Sherly Tjoanda semasa sebelum meninggal dunia.
Almarhum Benny Laos saat bersama istrinya Sherly Tjoanda semasa sebelum meninggal dunia.

SOLOBALAPAN.COM - Calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, telah meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu.

Ia mengalami insiden tragis ketika kapal yang ditumpanginya bersama timnya terbakar saat mengisi bahan bakar di Pelabuhan Regional Bobong pada hari Sabtu, 12 Oktober 2024.

Dalam kecelakaan tersebut, seluruh penumpang speedboat Bela 72 yang berjumlah 33 orang, mengalami tragedi dengan lima orang, termasuk Benny yang berusia 52 tahun, kehilangan nyawa.

Benny Laos dikenal luas di Maluku Utara. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Morotai dari tahun 2017 hingga 2022 dan sedang berusaha untuk menduduki kursi Gubernur Maluku Utara berpasangan dengan Sarbin Sehe.

Ia diusung oleh koalisi delapan partai, termasuk Nasdem, Demokrat, PKB, PAN, dan PPP.

Lahir di Ternate, Benny menghabiskan masa kecilnya di sana hingga menyelesaikan pendidikan SMP.

Kemudian, ia dikirim oleh ayahnya ke Malang untuk melanjutkan pendidikan SMA.

Namun, remaja yang memiliki latar belakang keturunan Tionghoa ini hanya mampu bertahan satu semester akibat keterbatasan biaya.

Setelah itu, Benny kembali ke Ternate dan bekerja di toko milik saudaranya.

Dalam otobiografinya yang berjudul "Jalan Hidup Benny Laos," ia membagikan kisah hidupnya, termasuk pengalaman saat ia dan kakaknya mendapatkan kontrak untuk mengelola hutan tanaman industri dari Barito Pacific.

Namun, meski memiliki kontrak bernilai besar, mereka akhirnya menghamburkan uang tersebut dan usaha mereka pun gagal.

Setelah itu, sang kakak pindah ke Ambon dan memulai bisnis di sana. Benny kemudian mengikuti kakaknya dan mulai belajar tentang dunia kontraktor.

Dengan modal sebesar Rp2,5 juta dari menggadaikan kalung ibunya, ia memulai bisnis kontruksi.

Secara perlahan, usaha Benny berkembang. Ketika kerusuhan antar-etnis meletus pada tahun 1999, ia kembali ke Ternate dan melanjutkan usaha jasa konstruksinya.

Usahanya semakin sukses, dan ia memperluas bisnisnya dengan membuka usaha perkapalan, perkayuan, serta mendirikan Hotel Bela, yang menjadi hotel terbesar di Ternate.

Kapal Bela 72 yang terbakar merupakan miliknya.

Setelah kerusuhan di Ternate pada tahun 2001, ia sempat pindah ke Manado, tetapi bisnisnya di Ternate tetap berlanjut.

Karena tidak menyelesaikan pendidikan SMA, ia mengambil program Paket C di Manado.

Pada tahun 2009, Benny melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 2016.

Insiden Kebakaran Kapal

Kronologi kecelakaan kapal dimulai ketika speedboat Bella 72 terbakar saat berlabuh di Pelabuhan Regional Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Fathur Rahman, laporan mengenai insiden ini diterima pada 12 Oktober 2024, sekitar pukul 14.05 WIT.

Saat kejadian, speedboat yang ditumpangi Benny Laos, calon Gubernur Maluku Utara 2024, dan Sabrin Dehe, calon Wakil Gubernur, beserta timnya mengalami ledakan yang mengakibatkan kebakaran.

Dari total 33 penumpang, enam orang, termasuk Benny Laos, kehilangan nyawa, sementara 27 penumpang lainnya selamat.

Sebanyak 10 korban masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Proses evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas dihentikan pada pukul 20.30 WIT.

Pada saat itu, bangkai kapal telah ditarik ke bibir pantai, dan tidak ada lagi korban yang ditemukan di dalam speedboat tersebut. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#maluku utara #meninggal dunia #Benny Laos #calon gubernur #speedboat