SOLOBALAPAN.COM - Rizki Natakusumah menjadi sorotan publik setelah kehadirannya di pelantikan anggota DPR RI untuk periode 2024-2029.
Ini merupakan kali kedua Rizki menjabat sebagai anggota dewan, sebelumnya ia telah menjadi bagian dari Komisi I DPR RI mewakili Partai Demokrat untuk periode 2019-2024.
Kehadiran pria yang lahir pada 19 November 1994 ini dalam acara pelantikan untuk masa jabatannya yang kedua memicu berbagai reaksi di masyarakat.
Walaupun ia dan istrinya, Beby Tsabina, mendapatkan pujian karena penampilan mereka yang serasi, banyak yang mengungkit isu mengenai dinasti politik yang melibatkan keluarga Rizki.
Di usia yang masih relatif muda, karir politiknya sebagai seorang pengusaha terbilang sangat menjanjikan.
Hal ini tak terlepas dari latar belakang keluarga Rizki yang telah lama terlibat dalam dunia politik dan pemerintahan.
Ia merupakan anak dari Bupati Pandeglang.
Anak Bupati Pandeglang
Rizki adalah anak dari Achmad Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita. Dimyati pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang dari tahun 2000 hingga 2009.
Ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI dari 4 Juli hingga 1 Oktober 2014, menggantikan Lukman Hakim Saifuddin yang diangkat menjadi Menteri Agama.
Dimyati tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum dan berhasil terpilih sebagai anggota DPR selama tiga periode, yaitu dari 2009 hingga 2024, total selama 15 tahun.
Sementara itu, Irna melanjutkan jejak karir politik suaminya di Pandeglang dengan menjabat sebagai bupati sejak 23 Maret 2016 hingga saat ini.
Sebelumnya, ia juga menjadi anggota DPR untuk periode 2014-2016.
Namun, saat menjabat sebagai Bupati Pandeglang, Dimyati sempat terlibat dalam kasus korupsi Bank Jawa Barat pada tahun 2006.
Ia dituduh memberikan suap kepada anggota DPRD Pandeglang periode 2004-2009 sebesar Rp 1,5 miliar terkait pinjaman daerah senilai Rp 200 miliar.
Namun, pada tahun 2010, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang memutuskan untuk membebaskannya karena terbukti tidak bersalah. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo