SOLOBALAPAN.COM - Viral mahasiswa ITB penerima keringanan UKT diminta untuk membatu kegiatan administratif di kampus.
Bahkan bantuan yang diminta kepada mahasiswa ITB penerima keringanan UKT itu justru dianggap sebagai sebuah paksaan untuk kerja part time di kampus.
Dalam unggahan yang viral di X, seorang warganet mengaku sebagai kakak dari mahasiswa ITB yang mendapatkan keringanan UKT.
'Ade gue kuliah ITB. Dia dapet keringanan dari UKT 5 ke UKT 4. Cuman dapet keringanan 3,75 juta.' tulis akun X @ti******er, dikutip pada Kamis (26/9/2024).
Akun tersebut kemudian mengunggah sebuah form yang harus diisi adiknya sebagai penerima keringanan UKT.
Dalam form yang diunggah, sosok tersebut mengunggah poin di nomor 21.
'Membantu kegiatan administratif/helpdesk/teknis di Direktorat di ITB (wajib memilih lebih dari satu mata kuliah, semakin banyak semakin baik)*' tulis judul pada poin 21 tersebut.
Berikut ini daftar yang harus dipilih para mahasiwa penerima keringanan UKT:
- Helpdesk Direktorat Pendidikan
- Kegiatan kemahasiswaan dan kepanitiaan Direktorat Kemahasiswaan
- Pembuat Konten Materi Matematika TPB
- Pembuat Konten Materi Kimia TPB
- Pembuat Konten Materi Fisika TPB
- Pembuat Konten Materi Komputasi TPB
- Administrasi dan Surat menyurat Direktorat Pendidikan CCAR
- Administrasi dan Surat menyurat Direktorat Pendidikan Jatinangor
- Direktorat Kampus Jaitinangor
- Direktorat Kampus Cirebon
- dan sejumlah pilihan lain yang tak termuat dalam tangkapan layar yang beredar.
Awalnya, pemilik akun X tersebut menilai jika sang adik hanya perlu bertugas menjadi asisten dosen ataupun asisten lab.
Namun, ia justru dibuat kaget saat melihat isi form yang harus diisi oleh adiknya.
'Nadanya sangat memaksa. Isinya tidak mempertimbangkan kesibukan dan beban tugas mahasiswa ITB. Zero fucking empathy or thought for the well-being of the student.' tulisnya.
Unggahan tersebut lantas dibanjiri komentar dari para warganet.
'Lu kayanya bakal lebih marah lagi kalau lihat dasar pemikirannya, tile.
Udah nggak malu-malu lagi kalau UKT setinggi itu dan mereka terang-terangan mau mengedepankan jual nama alih-alih jual ilmu,' tulis akun @id*******ku sembari mengungga tangkapan layar berisi dasar pemikiran.
'Berasa jadi punishment krn terlahir miskin,' sambung @th**********ter.
'Jir dulu anak itb could proudly say “Gaada tuh namanya lu ga bisa kuliah di ITB gqrq gara duit.” Sekarang mah boro boro,' tambah @la*****ah.
'Kesel sama (((semakin banyak semakin baik))) wkwkw itu apaqa semakin banyak milihnya pengurangannya semakin besar atau gimana deh.. baiknya apa nih konteksnya,' komentar @Wo*********ue. (lz)
Editor : Laila Zakiya