SOLOBALAPAN.COM - Viral video 4 orang warga yang mengalami kecelakaan tertabrak kereta api di kawasan Karawang.
Dalam video viral yang beredar, mulanya terlihat 4 orang yang sedang asyik menghabiskan waktu sore di pinggiran rel kereta api.
Mulanya, keempat warga itu antusias menunggu hadirnya kereta api.
Bahkan, sang ibu yang mengenakan jilbab hitam dan baju hijau bersama dengan anaknya yang mengenakan kaus berwarna hijau sempat melambaikan tangannya ke arah kamera yang sedang merekam.
Sebuah kereta api sempat terlihat melaju di rel kereta api sisi lain.
Sementara itu, sang ibu dan anaknya masih berada di rel yang saat itu masih kosong.
Ketika ponsel berpindah ke tangan ibu tersebut, tiba-tiba saja suara kereta terdengar kencang dan menabrak ibu tersebut.
Ponsel yang sebelumnya digunakan untuk merekam langsung terjatuh dan memperlihatkan sedikit badan kereta yang melintas.
Dari kabar yang beredar, keempat warga yang berada di perlintasan kereta api itu meninggal dunia usai tertabrak.
Bahkan dalam video lain, sosok bocah berkaus hijau terekam masih berada di bagian depan kereta hingga ke Stasiun Subang.
Video viral 4 orang tertabrak kereta api itu lantas jadi perbincangan di media sosial terutama X.
Baca Juga: Usai Lolly Dijemput Paksa Nikita Mirzani, Begini Kondisi Ibu dan Anak yang Tengah Berseteru Itu..
Banyak yang menyalahkan para korban lantaran dengan nekatnya beraktifitas di bantaran kereta api.
Sementara itu, warganet lain justru menyoroti para korban yang dinilai berasal dari kalangan warga tidak mampu.
Dengan kecelakaan tersebut, seolah membuktikan bahwasanya warga yang kurang mampu memang tak memiliki banyak akses untuk hiburan, terutama yang gratis atau tak berbayar.
'Soal kecelakaan tragis tertabrak kereta di Karawang, betul para korban mgkn memang teledor dan lengah. Tp disisi lain, mgkn ya hanya itu hiburan gratis dan terjangkau yg bs mrk lakukan di sore hari utk menghibur anak2 mrk.
Ironis memang. Al Fatihah utk para korban.' tulis akun X @rgoestama yang menanggapi kasus kecelakaan di Karawang itu, seperti dikutip pada Senin (23/9). (lz)
Editor : Laila Zakiya