SOLOBALAPAN.COM - Sosok pemilik akun Kaskus Fufufafa diduga sebagai admin akun Chili Pari saat ini sedang menjadi perhatian netizen.
Kepopuleran ini muncul karena akun penjualan milik Gibran Rakabuming dengan username @Chilli_Pari sebelumnya diduga mengunggah cuitan yang mirip dengan yang dibuat oleh Fufufafa.
Belakangan, pemilik akun Chilli Pari Catering diduga juga mengunggah cuitan yang menimbulkan kehebohan pada tahun 2014.
Ternyata, salah satu admin Chilli Pari yang pernah membuat cuitan serupa dengan Fufufafa adalah Gibran itu sendiri.
Dikutip Solobalapan.com dari unggahan akun X @GiferyArdy, terlihat bahwa admin Chilli Pari membalas salah satu mention dari pengikutnya dengan pesan:
“Halo pangling, saya Gibran,” tulis admin dari Chilli Pari.
Pengungkapan identitas pemilik akun ini memicu berbagai spekulasi di kalangan publik. Banyak yang kembali mengaitkan Gibran dengan sosok Fufufafa.
Akun penjualan milik putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, pernah mengajukan pertanyaan tentang lokasi pembelian gunting steak PIK, yang serupa dengan cuitan dari akun Fufufafa.
Selain itu, kedua cuitan tersebut memiliki tanggal yang sama, yaitu 3 November 2014.
Sementara itu, Gibran Rakabuming telah memberikan tanggapannya mengenai akun Fufufafa yang pernah menghina Prabowo Subianto.
Wakil Presiden Terpilih RI ini menyarankan agar publik langsung menghubungi pemilik akun tersebut untuk mendapatkan klarifikasi, daripada menanyakannya kepadanya.
Gibran menjelaskan jika dia tidak tahu soal akun tersebut dan menyarankan agar langsung bertanya ke pemilik akun.
“Nggak tahu, tanya ke yang punya akun,” ujar Gibran seperti dilansir dari cuitan @Mdy_Asmara1701.
Berbagai pihak kini tengah memperhatikan akun Kaskus Fufufafa. Hingga saat ini, identitas di balik akun yang kerap menghina banyak tokoh publik ini belum terungkap.
Andrew Darwis, pendiri Kaskus, menyatakan bahwa melacak akun Fufufafa adalah hal yang sulit.
Kesulitan ini disebabkan oleh kebijakan lama media sosial yang hanya memerlukan pendaftaran dengan menggunakan email, sehingga menyulitkan proses identifikasi akun tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo