SOLOBALAPAN.COM - Menkominfo Budi Arie Setiadi diminta tanggung jawab atas lumpuhnya sistem Pusat Data Nasional atau PDN.
Diketahui, sistem PDN sudah lumpuh berhari-hari akibat diserang oleh hacker.
Jebolnya PDN lantas membuat Budi Arie Setiadi dinilai tak mampu menangani permasalahan yang terjadi.
Integritasnya pun dipertanyakan hingga akhirnya diminta mundur dari jabatannya.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai jika lumpuhnya sistem PDN itu merupakan imbas dari pemberantasan judi online atau judol yang sebelumnya dilakukan oleh Menkominfo.
"Saya kira pembobolan PDN berawal saat Menkominfo Budi Arie Setiadi memblokir judi online," ucap Fernando dilansir dari YouTube tvOneNews pada Selasa, 25 Juni 2024.
Fernando menilai jika Budi Arie kelewat bangga setelah merasa dirinya mampu memberantas sejumlah situs judol, seperti permintaan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Begitu bangganya dia menerima perintah langsung dari Presiden Jokowi tanpa adanya koordinasi dengan lembaga negara lain," lanjutnya.
Fernando menyebut jika Budi Arie seharusnya berkoordinasi dengan sejumlah pihak lain terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memberantas judol.
Sehingga, sejumlah pihak yang diduga ngamuk karena situs judol diberantas, kemudian menyerang bagian lain yang dimilik oleh pemerintahan Tanah Air.
Dengan jebolnya sistem PDN tersebut, Budi Arie lantas diminta untuk melakukan introspeksi.
Bahkan Budi Arie disebut seharusnya bertanggungjawab atas permasalahan tersebut.
Dikatakan bahwa Budi Arie bisa saja dilengserkan jika tak mampu menangani kasus lumpuhnya server PDN itu.
Apalagi, kini sudah berhari-hari sejak serangan tersebut dilakukan, namun tak ada perkembangan dari sistem PDN yang diretas oleh hacker.
"Negara seperti tak berdaya menghadapi serangan siber ransomware. Menkominfo harus bertanggungjawab soal ini. Jika perlu Menkominfo mengundurkan diri dari jabatannya," kata Fernando. (LZ)
Editor : Laila Zakiya