SOLOBALAPAN.COM - Rahul Pinem, seorang atlet Mixed Martial Art atau MMA dikabarkan bunuh diri di Bandung, pada 1 Juni 2024.
Kabar meninggalnya atlet MMA Rahul Pinem itu cukup mengejutkan publik.
Pasalnya, Rahul Pinem diketahui merupakan seorang atlet MMA berbakat asal Karo yang sudah memulai kariernya sejak tahun 2019 lalu.
Kabar meninggalnya Rahul Pinem lantas dikonfirmasi oleh akun Instagram @onepridemma, Minggu, 2 Juni 2024.
"Turut berduka yang sedalam dalamnya petarung yang hebat, teman yang baik. Selamat jalan, Rahul Pinem," tulis unggahan dalam akun tersebut.
Kabar duka terkait meninggalnya Rahul Pinem itu juga disampaikan saat acara Baku Hantam Championship yang berlokasi di Lapangan Rans Nusantara Hebat, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu lalu.
"Satu fighter yang pernah main di baku hantam atas nama Rahul Pinem dua jam lalu meninggal dunia," ucap pemandu acara dalam event tersebut.
Terkait sosok Rahul Pinem, namanya dikenal sebagai atlet beladiri yang punya banyak prestasi.
Rahul Pinem lahir di Mbetong, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada 4 Maret 2000.
Berasal dari Karo, Rahul Pinem kemudian berdomisili di Tebet Barat, Jakarta Selatan.
Dikenal sebagai atlet kick boxing, MMA dan boxing, Rahul Pinem dijuluki sebagai Ninja Karo.
Ia mengawali karier beladirinya di One Pride MMA tahun 2019 lalu di kelas bantam.
Dikenal sebagai atlet berprestasi, kabar meninggalnya Rahul Pinem lantas membuat publik bertanya-tanya.
Diketahui, Rahul Pinem dikabarkan meninggal dunia setelah jatuh dari sebuah hotel di kawasan Jalan Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat.
Tim pemadam kebakaran setempat yang mendapat laporan terkait adanya orang yang hendak bunuh diri langsung menuju TKP.
Ketika tiba di lokesi kejadian, tim Diskar PB Kota Bandung menjumpai sosok Rahul Pinem yang disebut hendak terjun dari ketinggian.
Sempat dibujuk hingga menelepon kekasih Rahul Pinem, namun sang atlet MMA tetap teguh pendirian dan memutuskan untuk melompat dari gedung apartemen tersebut.
Jasad Rahul Pinem lantas tergeletak di lapangan basket yang berada di lokasi kejadian. (LZ)
Editor : Laila Zakiya