Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

All Eyes On Rafah! Mundur dari Jabalia, Israel Bakal Buru Hamas di Rafah dan Gaza Selatan hingga Akhir Tahun 2024

Laila Zakiya • Sabtu, 1 Juni 2024 | 20:21 WIB
Serangan Israel ke Rafah, hari ini pasukan militer Israel mundur dari Jabalia.
Serangan Israel ke Rafah, hari ini pasukan militer Israel mundur dari Jabalia.

SOLOBALAPAN.COM - Masih trending tagar All Eyes On Rafah. Terbaru, pasukan Israel memutuskan untuk mundur dari kawasan Jabalia.

Israel mengatakan bahwa pihaknya sudah mengakhiri operasi militer di wilayah yang berada di Gaza Utara itu, kini giliran Rafah dan Gaza Selatan.

Bahkan, Penasihat Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi menerangkan bahwa pihaknya akan menyerang Rafah dan kawasan Gaza Selatan dalam kurun waktu yang lama.

Bahkan perang tersebut dikabarkan akan belangsung hingga akhir tahun 2024 kelak.

Dikatakan Tzachi Hanegbi kepada Kan, lembaga penyiara publik di Israel, ia menyebut bahwa serangan ke Rafah akan berlangsung hingga 7 bulan kemudian.

"Kita memperkirakan pertempuran akan berlangsung selama tujuh bulan lagi," katanya dalam wawancara tersebut.

Hal tersebut dilakukan lantaran Israel mengaku masih akan memburu para pasukan Hamas dan kelompok jihad lainnya.

Serangan Israel ke Rafah sudah dimulai sejak Selasa lalu.

Tank-tank dan artileri milik Israel sudah mulai memasuki daerah di Gaza Selatan itu, tepatnya di jantung kota Rafah.

Serangan ke Rafah itu dilangsungkan Israel setelah pihaknya menarik pasukan dari wilayah Gaza Utara.

Di Jabalia, Israel melakukan pertempuran selama dua pekan dengan lebih dari 200 serangan udara.

Baca Juga: Kesaksian Aep Jadi Dasar Pegi Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Vina Cirebon, Susno Duadji Sayangkan: Omongannya Bisa Bohong Kan!

Dalam operasi militernya di Jabalia, Israel mengklaim menemukan tujuh jenazah dari 250 sandera yang diculik oleh Hamas.

Pencullikan tersebut dikabarkan dilakukan oleh kelompok Palestina yang menyerbu perbatasan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu dan menewaskan 1.139 orang.

Balas dendam atas aksi tersebut, Israel lantas menjalankan kampanye militer yang membuat sedikitnya 36.224 tewas dan 81.777 lainnya terluka.

Pasukan militer Israel mengaku sudah membunuh seluruh komandan Hamas yang ada di Jabalia dan melenyapkan formasi tempur kelompok itu yang berada di Gaza.

Setelah menarik diri dari Jabalia, Israel kemudian melancarakan serangan ke Rafah di Gaza Selatan dengan harapan dapat membubarkan unit tempur Hamas.

Kabarnya, menurut Israel, benteng terakhir batalion Hamas berada jauh di dalam kota Rafah.

Israel juga mengklaim sudah menguasai tiga perempat dari area perbatasan Mesir, agar tak ada penyelundupan senjata di kawasan Hamas.

Di lain sisi, warga Palestina kini sedang berada dalam ancaman bencana kelaparan.

Pasalnya, akses bantuan kemanusiaan tak dapat mereka terima dengan kondisi yang mencengangkan tersebut. (LZ)

Editor : Laila Zakiya
#gaza selatan #All Eyes On Rafah #Israel #Jabalia #Rafah #Gaza Utara