SOLOBALAPAN.COM - Warga Tanah Datar, Agam, Padang Panjang, dan Padang Pariaman, Sumatera Barat kini tengah ditimpa bencana banjir lahar dingin.
Banjir lahar dingin yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat atau Sumbar ini berlangsung sejak Sabtu, 11 Mei 2024.
Sebanyak empat kabupaten mengalami dampak cukup parah atas bencana banjir lahar dingin di Sumatera Barat.
Hingga Minggu (12/5) malam, BNPB menyampaikan bahwa korban jiwa dalam bencana tersebut mencapai 37 orang.
Upaya pencarian dan evakuasi korban sempat dihentikan pada Minggu malam.
Hal tersebut lantaran lokasi yang terdampak mengalami kondisi kurang penerangan dan adanya peningkatan akan getaran hujan di wilayah hulu.
Namun pada Senin (13/5), BPBD mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia terkini dalam bencana banjir lahar dingin itu bertambah menjadi 41 orang.
"Ini data masih tetap bergerak ya, kalau kemarin sampai sore, kita sudah mencatat ada 37. Kemudian pagi ini sudah bergerak lagi karena tadi malam ada penambahan korban dari kejadian di Padang. Ini data sementara kami korban sudah mencapai 41 orang," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat Ilham Wahab, dilansir dari Kompas TV.
Sementara itu, 17 orang lainnya masih dalam pencarian setelah masuk dalam daftar korban hilang akibat banjir.
Tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Barat menyusul bencana banjir lahar dingin.
"Padang Panjang juga parah, kalau kejadian yang kecil-kecil juga terjadi di Padang di jalan lintas Padang-Solok, juga terjadi di 50 kota di dekat kelok 9 itu terjadi longsor yang mengganggu aktivitas," ungkapnya.
Bencana tersebut kemudian menyebabkan akses jalan nasional Padang-Bukittinggi terputus.
Kondisi tersebut dibeberkan oleh Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
"Saya pastikan jalan di Lembah Anai putus. Artinya masyarakat tidak bisa mengakses jalan dari Padang Pariaman atau Kota Padang menuju Bukittinggi melewati Air Terjun Lembah Anai," jelas Ahmad Faisol.
Pengendara kemudian disarankan untuk melalui jalur kelok 44 atau Danau Maninjau Kabupaten Agam jika hendak menuju ke Kota Bukitinggi.
Ahmad Faisol juga menyebut bahwa jalur alternatif seperti melalui Malalak, Kabupaten Aham dan via Sitinjau Lauik bisa dilalui.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menerangkan bahwa bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor yang terjadi di Sumbar dipicu karena hujan deras.
Hujan dengan intensitas tinggi membuat debit air di sungai semakin meninggi, hingga akhirnya membuat aliran sungai meluap. (LZ)
Editor : Laila Zakiya