SOLOBALAPAN.COM - Kampanye terselubung yang mendukung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, diduga dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan.
Hal itu dilakukannya dalam acara yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Convention Hall Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Rabu (31/1).
Diketahui, acara dengan tema 'Digitalisasi Pasar Rakyat: Strategi Pedagang/UMKM Naik kelas' tersebut dihadiri ratusan pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dari Jawa Tengah.
Setelah selesai tanya jawab dengan para pedagang, Zulhas tiba-tiba berbicara Pemilu 2024 di hadapan ratusan pedagang tersebut.
"Bapak-bapak, ibu yang datang dari jauh, ada dari Cilacap, ada yang daerah luar Jateng," ujar Zulhas seperti dikutip dari Radar Solo.
"Kampanye kita saling hormat jaga pemilu damai. Pilih gembira atau apa pilih marah-marah,” tanyanya.
Peserta pun kompak menjawab bahwa mereka ingin pemilu yang gembira.
Zulhas pun kembali bertanya, memilih joget, apa memilih marah-marah.
Bahkan, Zulhas bertanya capres siapa yang didukung.
“Pilih joget apa polih marah-marah. Emang capresnya siapa sih?” tanya Zulhas kembali.
Para peserta pun menjawab dengan menunjukkan gestur dukungan ke capres.
"Prabowo" jawab peserta dengan gestur salam dua jari sambil berdiri dari kursi.
Kendati demikian, Zulhas menekankan bahwa dia tidak bermaksud melakukan kampanye.
"Emang boleh (bilang Prabowo). Kita pembinanya Prabowo, saya bukan kampanye, saya hanya sampaikan pembina pasar. Cocok," tutup Zulhas.
Zulhas pun kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melakukan kampanye terselubung.
"Saya hanya sampaikan pembina pasar (Prabowo), tidak kampanye," ujarnya singkat.
Meski begitu, Zulhas optimistis pasangan nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan pemilu dalam satu putaran.
Dia pun percaya bahwa Prabowo-Gibran mampu menang satu putaran.
"Pasti satu putaran," kata dia. (atn/rei)