SOLOBALAPAN.COM - Pengacara kondang Alvin Lim meninggal dunia pada Minggu, 5 Januari 2025, di usia 47 tahun.
Sang pengacara mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan cuci darah di Rumah Sakit Mayapada, Tangerang, sekitar pukul 12.00 WIB.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan kolega, serta berbagai pertanyaan tentang detik-detik terakhir hidupnya.
Rencana Alvin Lim untuk terbang ke Surabaya pagi itu berakhir dengan tragedi.
Menurut Putra Hendra Giri, humas LQ Indonesia Law Firm sekaligus orang terdekat Alvin, sang advokat dijadwalkan menghadiri peresmian kantor cabang LQ Indonesia Law Firm di Surabaya pada 6 Januari 2025.
"Pagi ini rencananya Koh Alvin jam 8.45 WIB terbang, pesawat dari Jakarta menuju Surabaya," ujar Hendra, seperti dikutip SoloBalapan.com dari Suara.com.
Namun, Alvin dilaporkan lemas ketika istrinya, Phioruci Pangkaraya, mencoba membangunkannya di pagi hari.
Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk menunda penerbangan hingga sore hari agar Alvin dapat beristirahat lebih dahulu.
Sayangnya, takdir berkata lain. Alvin dibawa ke Rumah Sakit Mayapada untuk menjalani perawatan, tetapi ia tak lagi mampu bertahan.
Pengacara Farhat Abbas, yang dikenal sebagai rekan Alvin Lim, mengaku masih berkomunikasi dengan Alvin hingga malam sebelum kepergiannya.
Dalam pembicaraan terakhir mereka, Alvin dan Farhat membahas nasib uang donasi Rp1,5 miliar milik Agus Salim, korban penyiraman air keras.
"(Terakhir berkomunikasi) tadi malam, telepon-teleponan (dengan Alvin Lim)," ujar Farhat.
Farhat menjelaskan bahwa Alvin sedang memperjuangkan uang donasi tersebut agar dikembalikan ke tangan korban.
Alvin bahkan berencana melaporkan Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi atas dugaan penggelapan dana.
"Soal podcast Densu mau menyerahkan (uang donasi) Rp1,3 miliar ke NTT. Iya (soal donasi). Nanti mau dilaporkan terkait penggelapan," ungkap Farhat.
Jenazah Alvin Lim kini disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh Hendra Giri.
"Saat ini dibawa ke rumah duka Grand Heaven Pluit," kata Hendra. (lz)
Editor : Laila Zakiya