SOLOBALAPAN.COM - Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Salah satu destinasi wisata baru yang mulai populer di kalangan wisatawan adalah Watu Gambir Park.
Watu Gambir Park terletak di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Objek wisata ini berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Solo.
Watu Gambir Park menawarkan keindahan alam yang memukau, serta perpaduan antara wisata alam dan budaya.
Salah satu daya tarik utama Watu Gambir Park adalah pemandangan alamnya yang masih asri.
Objek wisata ini dikelilingi oleh perbukitan dan hutan yang masih alami. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam tersebut dari berbagai spot foto yang tersedia, seperti spot foto, di tepi danau, dan di bawah pohon-pohon rindang.
Selain pemandangan alamnya, Watu Gambir Park juga memiliki berbagai fasilitas dan wahana yang menarik.
Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain: Kolam renang, River tubing, Camping ground, Homestay, Amphiteater, Pendopo pertemuan, Ruang workshop.
Harga tiket masuk Watu Gambir Park hanya Rp 10.000 per orang. Biaya tambahan dibutuhkan saat permainan tubing sekali jalan Rp 60.000 untuk orang dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak.
Watu Gambir Park buka setiap hari selama 24 jam. Objek wisata ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Karang.
Sejak dibuka pada Agustus lalu, Watu Gambir Park telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Karanganyar.
Objek wisata ini menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, dan berbagai fasilitas yang menarik.
Pengelola Optimis Watu Gambir Park Bisa Meningkatkan Perekonomian Desa.
Suyamto, pekerja Watu Gambir Park, mengatakan bahwa objek wisata ini memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan perekonomian desa.
"Harapannya dengan adanya wisata ini mampu membackup kebutuhan masyarakat, seperti memperbaiki jalan, santunan kepada orang yang tidak mampu, dan bisa membuntu perekonomian daerah," ujar Suyamto.
Menurut Suyamto, Watu Gambir Park telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Karang.
Objek wisata ini telah membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, serta meningkatkan perekonomian desa.
"Rata-rata pengunjung di hari biasa 100-200 tapi di weekend bisa 500 pengunjung.
Strategi pengenalan ke masyarakat melalui media sosial TikTok, Instagram, dan Google, ketika ada konten fyp jadinya banyak pengunjung yang datang ke sini, pengunjung paling banyak justru berdatangan dari Sragen," ujar Suyamto.
Suyamto optimis bahwa Watu Gambir Park akan terus berkembang dan menjadi destinasi wisata yang semakin populer di masa depan. (Mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia