Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menilik Sejarah Indahnya Waduk Cengklik, Tempat Nyore Estetik yang Tak Jauh Dari Kota Solo

Nindia Aprilia • Rabu, 31 Januari 2024 | 21:23 WIB
Keindahan Sunset di Waduk Cengklik
Keindahan Sunset di Waduk Cengklik

SOLOBALAPAN.COM - Waduk Cengklik menjadi salah satu rekomendasi tempat nyore syahdu yang tak begitu jauh dari Kota Solo.

Di sana kamu bisa menikmati indahnya sore hari ditambah suasana sunset yang indah dan dapat disaksikan di depan mata.

Untuk lokasinya sendiri waduk ini terletak di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Biasanya, beberapa orang datang sambil memancing ikan yang ada di waduk. Kemudian menyeksikan sunset yang ada di sepan mata.

Tempat ini biasanya sudah mulai ramai pukul 16.00 WIB hingga menjelang Maghrib.

Dibalik indahnya waduk cengklik yang enak buat melihat sunset, yuk simak sejarah dari waduk cengklik ini.

Berdasarkan informasi dari Buku Legenda Waduk Cengklik yang ditulis oleh Sri Sunarni dan Ahmad Shofingi, waduk ini memiliki wilayah seluas 300 hektar yang sebagian besar difungsikan sebagai sumber air pertanian.

Perlu kamu ketahui, waduk ini dulunya tergabung dari beberapa sendang, diantaranya sendang Tretes yang memiliki kedalaman kurang lebih 70 meter.

Penyebutan sendang Tretes sendiri karena suara air yang jatuh dari atas terdengar berbunyi tres tres.

Oleh karena itu saat air jatuh di kedalaman akan menggema dan menimbulkan bunyi seperti gamelan yang sedang di tabuh.

Selain itu ada juga sendang Klampok dan Sendang Semindi.

Waduk cengklik berasal dari sungai-sungai yang mengalir dari wilayah Sambi dan Watu Lincak yang sengaja dibendung untuk dijadikan pengairan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya.

Saat itu beliau merupakan Pengangeng Puro Mangkunegaran dan Pemerintah Kerjaan Belanda pada tahun 1926 hingga 1928.

Selain itu, waduk ini dibangun untuk menampung rembesan air hujan dari kampung-kampung yang berada di sekitarnya.

Fungsi lainnya juga untuk memenuhi kebutuhan air pada saat penggilingan tebu dan mengaliri tiga wilayah, diantaranya Colomadu, Ngemplak, dan Nogosari.

Nama waduk ini diambil dari dusun pertama dan terdekat yang dijumpai dari waduk, yaitu Dusun Cengklik.

Waduk ini juga menyimpan beragam cerita menarik yang ada disana. Cerita ini menggambarkan latar belakang awal mula pembangunan waduk cengklik.

Seiring berkembangnya zaman, sekarang waduk ini dimanfaatkan sebagai wisata, yaitu untuk melihat indahnya sunset atau matahari terbenam.

Di tempat ini biasanya orang-orang akan menikmati pemandangan, berolahraga, ataupun menikmati hidangan kuliner yang ada di sekitar waduk.

Jika kamu sedang berada di Solo, jangan lupa untuk mampir ke Boyolali dan menikmati indahnya sunset di waduk cengklik.(mg8/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#boyolali #wisata #waduk cengklik #sunset #kota solo