Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Carang Gesing dan Nagasari Khas Jawa!

SOLOBALAPAN.COM – Pemburu jajanan pasar tradisional khas Solo dan sekitarnya pasti sudah tidak asing lagi dengan Carang Gesing dan Nagasari. Kedua kudapan klasik ini kerap dijumpai bersandingan di tampah pedagang kue basah maupun di acara hajatan adat Jawa.
Sekilas, Carang Gesing dan Nagasari memang terlihat sangat mirip. Bungkusan daun pisang yang membalut keduanya memunculkan aroma wangi khas yang begitu menggoda selera saat baru diangkat dari kukusan. Apalagi, keduanya sama-sama mengandalkan buah pisang sebagai bahan utama yang dipadu dengan gurihnya santan.
Namun, meskipun terlihat 'kembar', ternyata ada perbedaan mendasar dari segi bahan adonan, tekstur saat digigit, hingga proses pembuatannya! Agar tidak keliru saat membeli, yuk kenali perbedaan Carang Gesing dan Nagasari berikut ini!
1. Tekstur dan Bahan Utama Adonan
Perbedaan paling mencolok antara kedua jajanan pasar ini terletak pada bahan dasar pembuat adonannya:
Carang Gesing: Tidak menggunakan tepung sama sekali sebagai pengental utama. Adonan kuahnya terbuat dari campuran santan kental, kocokan telur ayam, gula pasir, garam, dan irisan daun pandan. Hasilnya, tekstur Carang Gesing saat matang menjadi sangat lembut, agak custard/pudding-like, dengan sedikit kuah gurih manis yang meleleh di sekeliling pisang.
Nagasari: Menggunakan adonan tepung beras dan tepung tapioka/sagu yang dimasak terlebih dahulu bersama santan dan gula hingga kalis. Karena menggunakan tepung, Nagasari memiliki tekstur yang kenyal, padat, mulus berwarna putih bersih, dan membungkus pisang secara utuh di bagian tengahnya.
Baca Juga: KHW Part 400 Nadia Omara Isinya Apa? Tembus 24 Juta Penayangan dalam 2 Hari, Ungkap Korban Pesugihan
2. Cara Olah Buah Pisang
Pengolahan pisang di dalam kedua kue ini juga berbeda:
Carang Gesing: Pisang (biasanya pisang raja atau kepok matang) diiris-iris tipis atau dipotong bulat-bulat, lalu dicampurkan secara langsung merata ke dalam adonan santan dan telur sebelum dibungkus.
Nagasari: Potongan pisang diletakkan sebagai filling atau isian tunggal di tengah-tengah adonan tepung beras yang sudah dipipihkan, lalu dilipat rapi membentuk persegi panjang sebelum dikukus.
Baca Juga: Mengapa Nama Makanan Indonesia Berasal dari Singkatan? Ternyata Ada Cerita Kreatif di Baliknya
3. Teknik Membungkus Daun Pisang
Bentuk bungkusan daun pisang kedua kudapan ini juga punya ciri khas tersendiri:
Carang Gesing: Biasanya dibungkus dengan gaya tum (seperti bungkus botok/garang asem) yang disemat lidi di bagian atasnya agar kuah santan telurnya tidak tumpah saat dikukus.
Nagasari: Dibungkus lipat amplop pipih memanjang dengan rapi tanpa bantuan lidi, karena adonan tepungnya sudah padat dan tidak akan meleleh keluar.
4. Rasa dan Sensasi Menyantap
Carang Gesing: Menyajikan sensasi rasa manis-gurih yang sangat kaya (rich) berkat perpaduan santan dan telur. Paling nikmat disantap selagi hangat, atau disimpan di dalam kulkas terlebih dahulu untuk dijadikan dessert dingin yang menyegarkan.
Nagasari: Menyajikan cita rasa gurih yang lembut dari adonan tepung beras yang berpadu manis legit dengan pisang raja di dalamnya. Sangat cocok dijadikan teman minum teh hangat di sore hari.
Meskipun serupa karena sama-sama memanfaatkan kelezatan pisang dan daun pisang, baik Carang Gesing maupun Nagasari memiliki daya pikat rasa yang unik dan tak terantikan.
Nah, kalau kamu sendiri, lebih tim Carang Gesing yang lumer lembut atau Nagasari yang kenyal legit nih?



