Cabuk Wijen, Sambal Hitam yang Unik Khas Wonogiri yang Gurih dan Pedas

SOLOBALAPAN.COM- Wonogiri, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan nasi tiwul dan olahan kacangnya. Kabupaten ini juga memiliki kuliner tradisional yang unik, baik dari segi bahan, proses pembuatan, maupun tampilannya. Namanya cabuk wijen, makanan berwarna hitam pekat yang sekilas menyerupai pepes, tetapi memiliki cita rasa gurih, pedas, dan sedikit manis.
Keunikan cabuk wijen terletak pada bahan utamanya, yaitu ampas biji wijen setelah minyaknya diperas. Bahan yang mungkin dianggap sebagai sisa pengolahan tersebut justru diolah kembali menjadi makanan bercita rasa khas. Tradisi ini memperlihatkan kreativitas masyarakat Wonogiri dalam memanfaatkan bahan pangan agar tidak terbuang sia-sia.
Berbeda dengan sambal pada umumnya yang didominasi cabai dan berwarna merah atau hijau, cabuk wijen tampil dengan warna hitam yang menjadi ciri khasnya.
Baca Juga: Jenang Upih dan Tempe Koro, Perpaduan Kuliner Tradisional yang Unik dan Mulai Langka
Proses pembuatannya dimulai dari biji wijen yang digiling hingga halus, kemudian dikukus dan diperas untuk memisahkan minyaknya. Ampas yang tersisa digunakan sebagai bahan utama cabuk.
Ampas wijen tersebut lalu dicampur dengan merang padi yang telah dibakar. Merang merupakan bagian batang padi kering yang tersisa setelah bulirnya dipanen. Penggunaan merang memberikan warna gelap yang khas pada cabuk.
Adonan kemudian diracik bersama bumbu seperti bawang putih, cabai, garam, gula jawa, kelapa sangrai, dan daun kemangi. Komposisi bahan dapat berbeda menurut resep masing-masing pembuat.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan makanan dengan rasa gurih dari wijen dan kelapa, pedas dari cabai, serta sedikit manis dari gula jawa. Daun kemangi menambahkan aroma segar yang membedakannya dari sambal lainnya.
Dibungkus Daun Pisang, Kemudian Dipanggang
Keunikan cabuk wijen tidak berhenti pada warnanya. Setelah bumbu tercampur rata dan diolah hingga mencapai tekstur yang sesuai, adonan dibentuk menjadi bagian kecil, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang.
Baca Juga: Bukan Telur Ikan, Ini Tebu Telur! Sayuran Unik Mirip Kaviar yang Jadi Kekayaan Kuliner Nusantara
Bungkusan tersebut selanjutnya dikukus atau dimasak sesuai tahapan resep, lalu dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan membantu mengeluarkan aroma khas dari daun pisang dan bumbu-bumbunya.



