Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punten, Kuliner Khas Tulungagung yang Nikmat Disantap dengan Pecel

t
Penulis: tim solobalapan❯
Punten, olahan beras bertekstur lembut yang menjadi teman makan pecel khas Tulungagung.
Punten, olahan beras bertekstur lembut yang menjadi teman makan pecel khas Tulungagung.

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Pernah mencoba pecel yang disajikan bukan dengan nasi putih biasa, tetapi makanan berbentuk kotak dengan tekstur padat dan lembut? 

Hidangan ini disebut punten, salah satu makanan khas Tulungagung, Jawa Timur, yang biasa disantap bersama pecel.

Advertisement

Punten terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan sedikit garam. Bahan sederhana ini menghasilkan rasa gurih dengan tekstur yang lebih padat dibandingkan dengan nasi biasa.

Bentuknya sekilas mirip jadah, tetapi keduanya berbeda karena punten menggunakan beras putih, sedangkan jadah umumnya dibuat dari beras ketan.

Cara membuat punten juga cukup unik. Setelah beras matang, nasi ditumbuk menggunakan alat tradisional hingga teksturnya halus dan menyatu. Adonan kemudian dibentuk, didinginkan, lalu dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disajikan. Proses penumbukan inilah yang membuat punten memiliki tekstur khas.

Di Tulungagung, punten sering disajikan bersama pecel yang terdiri dari sayuran rebus dan siraman sambal kacang.

Perpaduan rasa gurih dari punten dengan bumbu pecel yang manis dan pedas membuat hidangan ini cocok dinikmati sebagai menu sarapan maupun makanan sehari-hari. Tempe, tahu, dan rempeyek juga bisa ditambahkan sebagai pelengkap.

Dahulu, beras untuk membuat punten dimasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu. Sekarang, proses memasaknya bisa lebih praktis dengan menggunakan penanak nasi.

Meski begitu, nasi tetap perlu ditumbuk agar menghasilkan tekstur yang menjadi ciri khas punten.

Dengan bahan yang sederhana dan cara pembuatan yang khas, punten menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik untuk dicoba.Termasuk kuliner khas Tulungagung yang nikmat disantap bersama pecel. (Hanifatuz Zahra)

Advertisement

Artikel Terkait

Filosofi Sate Lilit, Kuliner Khas Bali yang Melambangkan Persatuan

Filosofi Sate Lilit, Kuliner Khas Bali yang Melambangkan Persatuan

Sate lilit khas Bali tidak hanya lezat, tetapi juga dikaitkan dengan filosofi persatuan dan kebersamaan.

Unik! Horog-Horog Kuliner Jepara Ini Bertekstur Kenyal, Cocok Disantap dengan Sate Cecek dan Pecel

Unik! Horog-Horog Kuliner Jepara Ini Bertekstur Kenyal, Cocok Disantap dengan Sate Cecek dan Pecel

Horog-horog, makanan khas Jepara berbahan pati aren yang biasa disantap bersama bakso, kikil, atau pecel.

Kenapa Namanya Pempek Kapal Selam? Ini Cerita di Balik Kuliner Khas Palembang

Kenapa Namanya Pempek Kapal Selam? Ini Cerita di Balik Kuliner Khas Palembang

Pempek kapal selam punya nama unik yang dikaitkan dengan proses memasaknya. Simak cerita di balik nama dan ragam pempek khas Palembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer