Kue Pasung, Jajanan Tradisional Banten yang Punya Makna dalam Tradisi

SOLOBALAPAN.COM - Kue pasung merupakan salah satu jajanan tradisional khas Banten yang dikenal, terutama di wilayah Lebak.
Kue ini punya bentuk yang cukup unik, yaitu menyerupai kerucut dengan bungkus daun pisang. Rasanya manis dan gurih, dengan tekstur kenyal saat dimakan.
Kue pasung dibuat dari tepung beras, santan kelapa, dan gula merah. Bahan-bahan tersebut dicampur menjadi adonan, lalu dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk seperti kerucut. Setelah itu, adonan dikukus sampai matang.
Selain membuat bentuknya khas, daun pisang juga memberikan aroma tersendiri pada kue ini.
Kue pasung tidak hanya dijadikan camilan sehari-hari. Di beberapa wilayah Banten, kue ini juga sering disajikan dalam acara adat dan keagamaan, seperti selamatan, Maulid Nabi, tahlilan, hingga tradisi Seren Taun.
Baca Juga: Viral Berkat TikTok, Umbi Kimpul Disulap Jadi Menu Kekinian yang Bikin Penasaran
Kue ini menjadi salah satu hidangan yang disajikan saat keluarga dan masyarakat berkumpul dalam acara tersebut.
Selain menjadi hidangan, kue pasung juga memiliki makna dalam tradisi tertentu. Bentuknya dikaitkan dengan harapan agar pasangan pengantin tetap dekat dan tidak berjauhan.
Dalam acara lainnya, kue pasung juga disajikan sebagai bagian dari tradisi untuk mengenang dan mendoakan orang yang telah meninggal.Makna kue pasung bisa berbeda-beda, tergantung pada tradisi yang dijalankan masyarakat setempat.
Hal ini menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya memiliki ciri khas dari segi rasa dan bentuk, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaan kue pasung menjadi salah satu contoh hubungan antara kuliner dan tradisi masyarakat. Kue ini hadir dalam berbagai acara yang membuat masyarakat berkumpul, sekaligus menjadi bagian dari kebiasaan yang masih dipertahankan hingga sekarang.



