Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna Hoki dan Harapan Baik

t
Penulis: tim solobalapan❯
Makanan dalam tradisi Imlek yang melambangkan harapan akan umur panjang, kelimpahan, dan kemakmuran.
Makanan dalam tradisi Imlek melambangkan harapan akan umur panjang, kelimpahan, dan kemakmuran.

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, makanan saat perayaan Imlek bukan cuma soal rasa. Beberapa hidangan punya makna tersendiri, mulai dari harapan agar berumur panjang, rezeki yang berlimpah, sampai kehidupan yang semakin baik.

Makna itu berasal dari bentuk makanan dan kemiripan pengucapan namanya dalam bahasa Mandarin. Inilah yang membuat beberapa hidangan khas tersebut identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Berikut empat makanan yang punya makna khusus dalam tradisi Tionghoa.

1. Mi Panjang Umur

Mi panjang umur atau changshou mian menjadi salah satu hidangan yang melambangkan harapan agar seseorang diberi umur panjang dan kesehatan. Sesuai namanya, mi ini disajikan dalam bentuk helaian yang panjang.

Advertisement

Saat menyantapnya, mi biasanya diusahakan tetap utuh dan tidak dipotong. Panjang mi tersebut menjadi simbol harapan agar usia seseorang juga panjang. Hidangan ini juga sering disajikan saat ulang tahun sebagai bentuk doa bagi orang yang sedang bertambah usia.

2. Ikan Utuh

Ikan juga menjadi salah satu hidangan yang sering dikaitkan dengan perayaan Imlek. Biasanya, ikan disajikan utuh dari kepala hingga ekor sebagai simbol keutuhan dan harapan akan kelimpahan sepanjang tahun.

Dalam bahasa Mandarin, kata ikan, yú (鱼), memiliki pelafalan yang sama dengan kata yú (余), yang berarti sisa atau kelimpahan. Kemiripan bunyi ini berkaitan dengan ungkapan nián nián yǒu yú, yang mengandung harapan agar setiap tahun selalu ada kecukupan dan rezeki berlebih.

Karena makna tersebut, ikan utuh kerap menjadi bagian dari hidangan saat Imlek. Sajian ini bukan hanya untuk dinikmati bersama keluarga, tetapi juga melambangkan harapan baik untuk tahun yang baru.

Advertisement
Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Kue Ku, Jajanan Tradisional yang Membawa Cerita dari Tiongkok ke Nusantara

Kue Ku, Jajanan Tradisional yang Membawa Cerita dari Tiongkok ke Nusantara

Kue ku menyimpan cerita migrasi, makna simbolis, dan warisan budaya Tionghoa di Nusantara.

Kenapa Ada Batang di Seduhan Teh Tubruk? Ini Fakta Unik di Balik Tradisi Minum Teh Nusantara

Kenapa Ada Batang di Seduhan Teh Tubruk? Ini Fakta Unik di Balik Tradisi Minum Teh Nusantara

Teh tubruk sering menyisakan batang dan ranting. Di balik kebiasaan ini, ada cerita tentang sejarah perkebunan teh dan tradisi minum teh di Indonesia.

Sebelum Jadi Kuliner Khas Bali, Ayam Betutu Ternyata Punya Kaitannya dengan Tradisi Adat

Sebelum Jadi Kuliner Khas Bali, Ayam Betutu Ternyata Punya Kaitannya dengan Tradisi Adat

Ayam betutu khas Bali memiliki keunikan pada racikan base genep, proses memasak berjam-jam, serta kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer