Daun Talas Bikin Gatal, Kok Malah Dimakan? Kenali Pendap Khas Bengkulu

SOLOBALAPAN.COM - Daun talas dikenal dapat menimbulkan rasa gatal jika dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat. Di Bengkulu, daun tersebut justru digunakan untuk membungkus ikan berbumbu dalam sajian bernama pendap.
Pendap merupakan salah satu makanan tradisional yang dikenal di Bengkulu, terutama wilayah Bengkulu Selatan dan Kaur. Hidangan ini dibuat dari ikan yang diberi bumbu rempah dan kelapa parut, lalu dibungkus dengan daun talas.
Sekilas, pendap menyerupai pepes karena sama-sama menggunakan ikan yang dibungkus sebelum dimasak. Namun, proses pengolahan pendap membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
Ikan terlebih dahulu dibaluri bumbu yang terdiri dari berbagai rempah, seperti cabai, bawang, kunyit dan lengkuas. Kelapa parut juga dicampurkan bersama bumbu sebelum kemudian dilapiskan pada ikan.
Setelah itu, ikan dibungkus dengan daun talas. Bungkusan tersebut biasanya kembali dilapisi daun pisang sebelum dimasak.
Daun talas yang digunakan tidak bisa langsung dimakan. Pengolahannya menjadi bagian penting dalam pembuatan pendap karena daun tersebut perlu dimasak hingga rasa gatalnya hilang.
Baca Juga: Hachi Ternyata Punya Nama Jepang yang Berarti Yatim Piatu, Ini Arti di Balik Judul Kartunnya
Proses memasak pendap dapat berlangsung hingga sekitar delapan jam. Bungkusan ikan direbus dalam waktu lama agar ikan matang, bumbu meresap, sekaligus daun talas aman untuk disantap.
Lamanya proses memasak membuat pembuatan pendap tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Air untuk merebus juga perlu dijaga selama proses berlangsung agar bungkusan tetap terendam dan matang dengan baik.
Setelah matang, pendap menghasilkan ikan dengan tekstur lembut dan bumbu yang lebih meresap. Campuran rempah dan kelapa memberikan rasa gurih serta pedas pada hidangan.
Pendap kemudian disajikan sebagai lauk dan menjadi bagian dari kuliner tradisional Bengkulu. Penggunaan daun talas menjadi salah satu ciri yang membedakannya dari olahan ikan berbumbu lainnya.



