Stephenson’s Rocket, Lokomotif yang Mengubah Sejarah
L
SOLOBALAPAN.COM - Sebelum kereta api menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, lokomotif uap masih berada dalam tahap perkembangan.
Para insinyur mencoba berbagai desain untuk membuat lokomotif yang mampu bergerak lebih cepat, membawa beban lebih besar, sekaligus tetap efisien.
Di tengah masa perkembangan tersebut, muncul sebuah lokomotif bernama Stephenson’s Rocket.
Rocket dibuat pada 1829 oleh Robert Stephenson and Company di Newcastle-upon-Tyne, Inggris.
Lokomotif ini dirancang oleh George Stephenson dan putranya, Robert Stephenson, bersama Henry Booth, untuk mengikuti sebuah kompetisi yang kemudian dikenal sebagai Rainhill Trials.
Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan. Rocket bukan lokomotif uap pertama di dunia. Jauh sebelumnya, Richard Trevithick telah berhasil menjalankan lokomotif uap di atas rel pada 1804.
Baca Juga: Belajar Bangkit dari Kegagalan Lewat Aforisme Indah Paulo Coelho dalam Buku 'Manual Ksatria Cahaya'
Keistimewaan Rocket terletak pada keberhasilannya menggabungkan sejumlah teknologi yang sudah ada menjadi sebuah desain yang jauh lebih efektif.
Pada 1829, perusahaan Liverpool and Manchester Railway sedang mencari jenis lokomotif yang paling cocok untuk jalur barunya.
Mereka kemudian mengadakan Rainhill Trials, sebuah kompetisi untuk menguji berbagai rancangan lokomotif. Kompetisi tersebut berlangsung selama sembilan hari pada Oktober 1829 di Rainhill, dekat Liverpool.
Rocket menjadi salah satu peserta utama bersama Novelty dan Sans Pareil. Ketiganya menunjukkan pendekatan berbeda dalam merancang lokomotif, tetapi Rocket akhirnya menjadi pemenang.



