SOLOBALAPAN.COM - Apple baru saja merilis iPhone 17 series yang digadang-gadang membawa peningkatan signifikan, mulai dari efisiensi daya, pengisian lebih cepat, hingga baterai berbasis AI lewat iOS 26.
Namun, di balik gegap gempita peluncuran global, muncul pertanyaan besar: apa sebenarnya kelemahan iPhone 17 series?
Baterai iPhone 17 Masih Kalah dari Samsung
Salah satu sorotan utama datang dari laporan Android Authority yang mengungkap data label energi Uni Eropa.
Ternyata, daya tahan baterai iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, hingga iPhone 17 Pro Max tidak berubah dibanding generasi sebelumnya.
Ketahanan siklus baterainya hanya 1.000 kali pengisian, meski Apple mengklaim lebih efisien.
Bandingkan dengan Samsung Galaxy S25 Series yang mampu mencapai 2.000 siklus charger.
Bahkan, ponsel kelas menengah Galaxy A56 dan A36 punya 1.200 siklus, lebih unggul dari iPhone terbaru.
Hal ini menegaskan, meski Apple mengandalkan optimalisasi software, kelemahan mendasar iPhone 17 ada pada daya tahan baterainya yang masih stagnan.
Perbedaan Varian Global
Selain baterai, Apple juga menerapkan strategi berbeda antar wilayah.
Di Eropa, iPhone 17 masih dibekali slot SIM fisik, sementara di Amerika Serikat hanya mendukung eSIM. Dampaknya, kapasitas baterai tiap model pun bervariasi.
Sebagai contoh, iPhone 17 Pro di AS mampu memutar video hingga 33 jam, sedangkan versi India hanya 31 jam.
Untuk varian tertinggi, iPhone 17 Pro Max diklaim sanggup bertahan sampai 39 jam pemutaran video.
iPhone 17 Segera Masuk Indonesia
Bagi Apple fanboy di Indonesia, kabar baiknya adalah iPhone 17 series dipastikan rilis resmi pada awal Oktober 2025.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Heru Kustanto, Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin.
“Awal Oktober barangnya sudah ada di Indonesia,” kata Heru, dikutip dari Antaranews, Kamis (11/9/2025).
Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah diterbitkan dengan nilai 40 persen.
Setelah itu, Apple tinggal menunggu izin edar dari Komdigi serta izin impor dari Kemendag. Estimasi waktu proses sekitar 2–3 minggu.
Harga iPhone 17 Series
Apple juga telah merilis daftar harga resmi untuk pasar Amerika Serikat. Seperti biasa, harga di Indonesia kemungkinan lebih tinggi karena beban pajak dan distribusi.
iPhone 17
256GB = USD 799 (Rp 13,1 juta)
512GB = USD 999 (Rp 16,4 juta)
iPhone Air
256GB = USD 999 (Rp 16,4 juta)
512GB = USD 1.199 (Rp 19,7 juta)
1TB = USD 1.399 (Rp 23 juta)
iPhone 17 Pro
256GB = USD 1.099 (Rp 18,1 juta)
512GB = USD 1.299 (Rp 21,3 juta)
1TB = USD 1.499 (Rp 24,6 juta)
iPhone 17 Pro Max
256GB = USD 1.199 (Rp 19,7 juta)
512GB = USD 1.399 (Rp 23 juta)
1TB = USD 1.599 (Rp 26,3 juta)
2TB = USD 1.999 (Rp 32,9 juta)
Varian terendah kini mulai dari 256GB, karena Apple resmi menghapus opsi memori 128GB.
Meski membawa sejumlah inovasi, kelemahan utama iPhone 17 series tetap ada pada ketahanan baterai yang belum bisa menyamai pesaingnya.
Bagi calon pembeli di Indonesia, Oktober 2025 akan jadi momen penting untuk menimbang: apakah peningkatan efisiensi dan teknologi kamera terbaru cukup layak untuk menebus harga belasan hingga puluhan juta rupiah? (lz)
Editor : Laila Zakiya