SOLOBALAPAN.COM – FIFA akan menjadikan Piala Dunia Antarklub 2025 sebagai ajang uji coba sejumlah aturan baru, salah satunya menyasar penjaga gawang.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, 15 Juni–14 Juli 2025, ini diikuti 32 klub terbaik dunia, dan akan menjadi panggung untuk menilai efektivitas peraturan anyar.
Kiper Wajib Lepas Bola Dalam 8 Detik
Salah satu fokus utama uji coba adalah pembatasan waktu kiper memegang bola, yakni maksimal 8 detik.
Aturan ini sebenarnya sudah lama tercantum dalam Laws of the Game, namun belum pernah diterapkan secara konsisten di level kompetitif.
Di Piala Dunia Antarklub 2025, FIFA akan menguji penerapan sanksi jika aturan ini dilanggar.
"Ketika bola sudah di tangan kiper, wasit akan mulai menghitung. Jika 8 detik terlampaui, maka wasit dapat memberikan hukuman tendangan sudut untuk tim lawan," ungkap sumber dari internal FIFA.
Sudah Diuji Coba di Liga-Liga Dunia
Aturan ini telah diuji sebelumnya di sejumlah kompetisi seperti:
-
CONMEBOL Libertadores
-
Copa Sudamericana
-
Premier League 2 (Inggris)
-
Liga Italia
-
Liga Malta
Dari total 400 pertandingan sampel, hanya tiga pelanggaran yang benar-benar menghasilkan sanksi tendangan pojok — semuanya dari kompetisi Inggris.
Sementara di Italia, wasit cenderung memberi toleransi waktu tambahan, terutama saat rekan satu tim kiper belum kembali ke posisi bertahan.
Namun, begitu melewati batas, sanksi tetap diberikan.
Mengapa FIFA Serius Terapkan Ini?
Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengurangi pemborosan waktu permainan, khususnya oleh kiper yang menahan bola terlalu lama demi memperlambat tempo.
Selain itu, FIFA ingin membentuk budaya disiplin baru: kiper harus mengambil keputusan lebih cepat dan bermain lebih proaktif.
Ajang Bergengsi, Eksperimen Besar
Piala Dunia Antarklub 2025 akan menampilkan klub-klub elit dunia, termasuk bintang seperti Lionel Messi dan Harry Kane.
Dengan skala turnamen global ini, FIFA melihat kesempatan emas untuk menilai penerimaan aturan baru di mata pemain, pelatih, dan penonton.
Apa Kata FIFA?
"Kami percaya mayoritas penjaga gawang akan menghormati aturan ini. Justru kami tidak berharap banyak hukuman terjadi, karena aturan ini dibuat untuk mendisiplinkan permainan, bukan menghukumnya," ujar perwakilan FIFA dalam wawancara dengan media Eropa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo