WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM — Seorang remaja dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Selasa (10/3/2026).
Korban diduga mengalami kecelakaan saat memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang menyerupai balap liar.
Korban diketahui berinisial DAS (17), warga Kecamatan Jatipurno. Peristiwa tragis tersebut terjadi di ruas jalan raya Slogohimo–Jatisrono, tepatnya di kawasan Ngipik, Kecamatan Jatisrono, pada Selasa sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, korban diduga tengah melakukan balap liar sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di lokasi kejadian.
Namun hingga kini kronologi pasti kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan. Korban dipastikan meninggal dunia di tempat akibat luka parah yang dialami.
Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi terkait kronologi kejadian tersebut.
“Kalau untuk itu (ikut balap liar) dan kronologinya kami belum tahu pasti. Tapi memang benar korban adalah warga kami. Kami juga masih menunggu informasi lebih lanjut,” kata Dhana.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo menjelaskan bahwa korban mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU tanpa nomor polisi saat kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kecelakaan korban bersama dua temannya sempat mencari takjil di wilayah Slogohimo. Menjelang waktu berbuka puasa, mereka kemudian memutuskan untuk pulang.
“Sebelum kejadian, korban bersama dua temannya mencari takjil. Setelah itu mereka hendak pulang,” ujar Anom.
Saat melintas di sekitar Jembatan Ngipik, salah satu temannya sempat mengingatkan korban agar tidak memacu kendaraan terlalu kencang. Namun setelah memasuki jalan lurus menuju lokasi kejadian, korban justru melaju dengan kecepatan tinggi layaknya balapan.
Meski demikian, menurut keterangan saksi yang merupakan teman korban, kejadian tersebut bukan balap liar.
“Kalau menurut saksi atau temannya, tidak balap liar. Mereka habis cari takjil,” jelasnya.
Sesampainya di lokasi kejadian, korban diduga kaget saat berhadapan dengan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan. Korban kemudian kehilangan kendali dan terjatuh di tengah jalan.
Karena jarak yang terlalu dekat, pengemudi truk tidak sempat menghindar sehingga ban belakang truk melindas bagian kepala korban.
“Ini merupakan kasus tabrak lari. Kendaraan truk yang terlibat masih dalam proses penyelidikan petugas,” ungkap Anom.
Meski demikian, pihak kepolisian mengakui bahwa ruas jalan tersebut memang kerap digunakan sebagai lokasi balap liar oleh sejumlah remaja. Polisi pun rutin melakukan patroli untuk mencegah aktivitas tersebut.
“Beberapa waktu lalu patroli dilakukan di wilayah Wonogiri Kota dan Pracimantoro. Di lokasi itu juga sering dilakukan patroli pencegahan,” pungkasnya. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto