SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Langit di atas Kecamatan Sukodono mendadak menggelap, Senin siang (2/3).
Hujan deras yang turun sekitar pukul 14.00 WIB disertai angin kencang menerjang permukiman warga di Desa Karanganom, Kabupaten Sragen.
Akibatnya, belasan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah pohon jati tumbang hingga menutup akses jalan utama. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp44,5 juta.
Dua Dukuh Terdampak Parah
Dampak terparah terjadi di Dukuh Genengsari dan Dukuh Karanganom. Warga sempat dicekam ketakutan saat suara gemuruh angin menggetarkan atap rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Di Dukuh Genengsari RT 03, tujuh teras rumah dilaporkan rusak berat. Empat pohon jati berukuran besar turut tumbang. Estimasi kerugian di titik ini mencapai Rp38,5 juta.
Masih di dukuh yang sama, tepatnya RT 01, satu rumah mengalami kerusakan atap dengan sekitar 100 genteng pecah. Kerugian ditaksir sekitar Rp500 ribu.
Sementara di Dukuh Karanganom RT 06, dua rumah tertimpa pohon dan sekitar 400 genteng pecah dengan total kerugian Rp4,4 juta. Di RT 07, satu pohon jati tumbang menimpa kabel jaringan PLN, menyebabkan kerugian sekitar Rp1,5 juta.
Adapun di RT 08, tiga rumah mengalami kerusakan ringan dengan estimasi kerugian Rp600 ribu.
Tim Gabungan Bergerak Cepat
Sesaat setelah badai mereda, tim gabungan dari Polsek Sukodono dan BPBD langsung turun ke lokasi. Petugas bersama warga bergotong royong memotong batang pohon yang melintang di jalan menggunakan gergaji mesin.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyassari melalui Kapolsek Sukodono memastikan kejadian ini murni akibat faktor alam.
“Personel sudah kami kerahkan sejak laporan masuk. Fokus utama membuka akses jalan dan membantu warga mengamankan barang-barang dari rumah yang rusak,” tegasnya.
Dalam hitungan jam, akses jalan yang sempat lumpuh berhasil dibuka kembali dan arus lalu lintas normal.
Warga Diminta Waspada
Pihak kepolisian dan BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat saat ini memasuki masa peralihan musim, potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi sewaktu-waktu. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto