SOLOBALAPAN.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melepas empat relawan kemanusiaan untuk melaksanakan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kota Lintang, Aceh Tamiang, Sumatera.
Pelepasan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 6 Gedung Siti Walidah UMS, Senin (2/2).
Rektor UMS Harun Joko Prayitno, menyampaikan apresiasi atas inisiatif sivitas akademika yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Atas nama universitas, kami berterima kasih atas dedikasi relawan yang akan membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi keilmuan di lapangan,” ujarnya.
Harun menekankan agar para relawan mengedepankan pendekatan kontekstual, humanis, dan komunal selama bertugas. Ia juga menyebut keterlibatan mahasiswa dan alumni dalam kegiatan kebencanaan dapat dikonversi sebagai bagian dari tugas akademik.
“Universitas mendukung penuh karena ini adalah kegiatan kemanusiaan yang bernilai edukatif dan dapat menjadi bagian dari rekognisi pembelajaran,” tambahnya.
Tim relawan yang diberangkatkan terdiri dari tiga psikolog dan satu koordinator, yakni Berlianti Husna Pradina, Shafiyatul Baridah, Alvanindya Nafik Ardani, serta Bramantyo Wijaya Kusuma sebagai koordinator.
Koordinator tim, Bramantyo, menjelaskan bahwa keberangkatan relawan didasari semangat kemanusiaan dan nilai ke-Muhammadiyahan yang selama ini menjadi karakter UMS.
“Muhammadiyah aktif tidak hanya di bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga kemanusiaan melalui MDMC. Kami ingin hadir untuk meringankan beban warga, terutama dalam pemulihan trauma psikologis,” ungkapnya.
Sebelum keberangkatan, tim telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari mempelajari demografi dan budaya masyarakat setempat hingga menyiapkan aspek keselamatan, alat pelindung diri, serta logistik.
Baca Juga: Efek Bobotoh! Istri Layvin Kurzawa Menangis Haru atas Sambutan dan Fanatisme Suporter Persib Bandung
Masa penugasan direncanakan berlangsung sekitar 16 hari dengan fokus pendampingan di Kota Lintang.
Sementara itu, psikolog tim Alvanindya Nafik Ardani menjelaskan bahwa bentuk intervensi akan disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan.
Program yang direncanakan meliputi psikoedukasi, konseling individu, serta aktivitas terapeutik bagi anak-anak.
“Kami akan melanjutkan rekomendasi dari tim sebelumnya. Pendampingan psikososial bertujuan membantu warga keluar dari fase kedukaan dan mengembalikan rasa aman, khususnya bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan juga memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pemulihan. Metode tersebut dinilai efektif untuk menciptakan suasana positif di tengah kondisi pascabencana.
Dengan pengiriman relawan ini, UMS kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di masyarakat.
“Harapan kami, kehadiran tim ini benar-benar membawa manfaat bagi warga Aceh Tamiang dan menjadi pengalaman berharga bagi relawan dalam mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,” pungkas Alvanindya. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto