SOLOBALAPAN.COM – Kehebohan sempat pecah di Bendungan Tirtonadi, Kota Surakarta, Rabu (28/1) pagi. Seorang pemuda dikira nekat mengakhiri hidup dengan melompat ke aliran Sungai Kali Pepe.
Tim SAR dan BPBD pun dibuat siaga sejak subuh. Namun ujung ceritanya, pemuda tersebut justru ditemukan selamat dan utuh, tanpa hanyut ke mana-mana.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Bendungan Tirtonadi, Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Terminal Tirtonadi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari.
Informasi awal yang beredar menyebutkan adanya dugaan aksi bunuh diri, sehingga memicu pencarian intensif oleh tim SAR dan BPBD Kota Solo.
Belakangan terungkap, kronologi kejadian bermula lebih pagi, sekitar pukul 04.30 WIB. Seorang pemancing yang berada di sisi selatan bendungan melihat pemuda tersebut berjalan dari arah Jalan Ahmad Yani menuju pagar bendungan.
Tanpa banyak aba-aba, pemuda berkaus hitam dan hoodie hitam itu langsung melompat ke bawah, bahkan sempat membentur beton.
Anehnya, setelah terjun, pemuda tersebut tidak hanyut, tidak tenggelam, dan bahkan masih bisa berjalan meski sempoyongan. Ia melangkah ke arah timur hingga ke bawah Jembatan Patung Keris.
Saksi yang menyaksikan kejadian itu akhirnya melapor ke Polsek Banjarsari, sementara petugas sudah lebih dulu dibuat waswas oleh laporan dugaan orang terjun ke sungai.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sebuah tas hitam yang diduga milik korban. Isinya cukup lengkap: satu celana panjang hitam, satu kaus putih lengan pendek, celana pendek hitam bermotif merah, parfum minyak wangi merek Posh Men, catokan rambut, hingga kartu OSIS MAN 1 Rembang. Lengkap—tapi pemiliknya malah sudah berjalan jauh.
Pemuda tersebut diketahui bernama Heri Setyawan (19), warga Desa Randu Agung, Dukuh Cabean, RT 01 RW 02, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Alih-alih hanyut terbawa arus Kali Pepe, Heri justru berhasil diamankan warga dalam kondisi kedinginan.
Kasi Trantib Kelurahan Gilingan, Muhammad Solichin, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan warga terkait keberadaan pemuda tersebut.
“Warga melihat anak itu kedinginan karena tercebur sungai, lalu ditolong dan diberi baju. Setelah itu disuruh istirahat di mushala. Warga kemudian melapor ke kelurahan,” jelas Solichin.
Mendapat laporan tersebut, Solichin bersama personel Linmas langsung menjemput korban dan membawanya ke Kantor Kelurahan Gilingan. Setelah dilakukan koordinasi, barulah dipastikan bahwa pemuda tersebut adalah orang yang sebelumnya dicari oleh tim SAR dan BPBD.
“Kami berkoordinasi dengan tim SAR, dan dibenarkan bahwa anak ini yang sebelumnya dilaporkan terjun ke kali,” imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui Heri tiba di Solo menggunakan bus dan turun di Terminal Tirtonadi pada Senin (27/1) malam. Ia mengaku nekat terjun ke sungai karena mengalami halusinasi dan ketakutan, merasa seperti dikejar-kejar orang. Namun, keterangan korban dinilai tidak konsisten dan cenderung linglung.
“Pengakuannya dia ketakutan karena merasa dibuntuti, seperti orang depresi. Katanya temannya ditangkap polisi. Benar atau tidaknya kami belum tahu,” kata Solichin.
Baca Juga: Shayne Pattynama Blak-Blakan! Gabung Persija Karena Peran Orang Dalam yang Kuat, Siapakah Itu?
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, korban akhirnya diserahkan ke Satpol PP Kota Surakarta dan dibawa ke rumah singgah guna mendapatkan pendampingan serta penanganan lebih lanjut.
“Tadi sudah dibawa oleh Satpol. Infonya akan dibawa ke rumah singgah sambil mengonfirmasi keluarga dari anak ini,” pungkas Solichin. (atn/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto