SOLOBALAPAN.COM - Suasana liburan di kawasan wisata alam New Selo, Kabupaten Boyolali, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Seorang pengunjung dilaporkan meninggal dunia secara tiba-tiba saat beristirahat di area objek wisata tersebut, Sabtu (27/12).
Peristiwa ini sontak menggegerkan wisatawan dan warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di salah satu destinasi favorit lereng Merapi-Merbabu yang ramai dikunjungi saat musim libur.
Korban Sempat Duduk Sebelum Tiba-tiba Tersungkur
Kasi Humas Polres Boyolali, Iptu Winarsih, menjelaskan bahwa korban diketahui berinisial DE (44), warga Kabupaten Karanganyar.
Kejadian bermula ketika korban bersama rombongannya berhenti untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor.
Korban sempat duduk di kursi yang berada di depan area parkir Objek Wisata New Selo.
Namun, hanya berselang beberapa menit, kondisi korban mendadak menurun.
“Dilaporkan pada pukul 12.30 WIB. Pelapor atas nama Muhammad Adi Surawan, pegawai negeri sipil asal Boyolali, yang saat kejadian berada di lokasi bersama korban dan beberapa rekannya,” jelas Iptu Winarsih, Minggu (28/12).
Sekitar lima menit setelah duduk, korban tiba-tiba tersungkur dan tidak sadarkan diri, sehingga membuat rekan-rekannya panik.
Tim Medis Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan
Melihat kondisi tersebut, pelapor segera menuju Puskesmas Selo untuk meminta bantuan medis.
Tim kesehatan pun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Hasilnya, korban dinyatakan telah meninggal dunia di tempat. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
“Korban diduga meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung yang diderita. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah Iptu Winarsih.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian memastikan peristiwa ini murni kejadian medis dan bukan tindak kriminal.
Polisi Ingatkan Wisatawan Waspada Kondisi Kesehatan
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat New Selo berada di kawasan dengan medan menanjak dan suhu yang relatif dingin.
Aktivitas fisik di area tersebut membutuhkan kondisi tubuh yang prima, terutama bagi wisatawan dengan riwayat penyakit tertentu.
Iptu Winarsih pun mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan saat berwisata.
“Terutama saat melakukan aktivitas di kawasan wisata dengan medan dan suhu yang cukup ekstrem, agar momen liburan tetap aman,” tuturnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama, bahkan saat menikmati liburan di destinasi alam yang indah sekalipun. (fid/lz)
Editor : Laila Zakiya