SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta menegaskan bahwa seluruh pihak, termasuk keluarga besar keraton, telah diundang dalam peresmian Panggung Sangga Buwana dan Museum Keraton Surakarta pascarevitalisasi yang digelar Selasa (17/12) malam.
Terkait ketidakhadiran pihak KGPH Purboyo dalam kegiatan tersebut, Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, meminta awak media menanyakan langsung kepada yang bersangkutan.
Menurut Eddy, kegiatan yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan dihadiri langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon itu telah diketahui seluruh pihak, termasuk keluarga Keraton Surakarta.
Hal ini lantaran sebelumnya telah dilakukan koordinasi dengan mempertemukan sejumlah pihak di Balai Kota Surakarta pada Senin (15/12).
“Semua pihak di Balai Kota kan sudah dipertemukan. Pastinya mereka juga sudah tahu kalau ada kegiatan seperti ini. Soal mengapa tidak datang atau tidak hadir, silakan ditanyakan langsung ke yang bersangkutan,” ujar Eddy Wirabhumi, Rabu (18/12).
LDA Keraton Surakarta menegaskan bahwa informasi kegiatan tersebut telah sampai kepada pihak KGPH Purboyo. Dalam pertemuan di Balai Kota pada Senin lalu, sejumlah kakak beliau, seperti GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani dan keluarga lainnya, turut hadir.
Bahkan, pada Senin sore, sejumlah area di lingkungan Keraton Surakarta telah dibuka guna mendukung kelancaran prosesi peresmian yang berlangsung keesokan malamnya.
Eddy menegaskan, undangan resmi telah disampaikan kepada seluruh pihak, sementara respons terhadap undangan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing.
“Masalah kegiatan Selasa malam itu pasti sudah diketahui semua pihak,” tegas Eddy, yang juga merupakan adik ipar mendiang Paku Buwono XIII.
Sebelumnya, pihak KGPH Panembahan Agung Tedjowulan juga menyatakan bahwa seluruh pihak terkait telah diinformasikan mengenai penyelenggaraan Peresmian Panggung Sangga Buwana dan penataan pamer Museum Keraton Surakarta pascarevitalisasi.
Dalam tahap persiapan, pihak Tedjowulan juga meminta agar seluruh akses keluar-masuk museum dan area sekitarnya dibuka oleh pihak-pihak yang memegang kewenangan, termasuk urusan kunci, demi kelancaran acara.
“Demi kebaikan bersama dan masa depan Keraton Surakarta, ini momentum kita untuk kembali rukun dan bersatu sebagai keluarga besar,” kata Tedjowulan dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto