Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dua Titik Sentra Takjil di Wonogiri Siap Beroperasi Selama Ramadhan

Iwan Adi Luhung • Jumat, 28 Februari 2025 | 23:50 WIB

Pemerintah Kabupaten Wonogiri  menetapkan dua titik utama sebagai sentra takjil.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri menetapkan dua titik utama sebagai sentra takjil.

SOLOBALAPAN.COM – Datangnya bulan Ramadhan membawa berkah bagi pedagang dan pelaku UMKM di Wonogiri.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menetapkan dua titik utama sebagai sentra takjil, yaitu di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri dan Stadion Pringgodani atau Pringgodani Sport Tourism Center.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdag & KUKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, mengungkapkan bahwa penentuan lokasi ini telah melalui rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan paguyuban pedagang kaki lima (PKL) setempat.

Baca Juga: Bazar Ramadhan di Sragen, Peluang Emas bagi UMKM Raup Rezeki di Bulan Penuh Berkah

"Sentra takjil ini akan berlangsung mulai 1-25 Maret 2025, beroperasi dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB di Alun-Alun dan Pringgodani," ujar Wahyu, Jumat (28/2/2025).

Memberikan Ruang bagi UMKM

Menurut Wahyu, langkah ini diambil sebagai upaya memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang selama bulan Ramadhan. Baik pedagang lama maupun pedagang baru diperbolehkan ikut serta dalam bazar takjil ini.

"Bagi yang ingin berjualan bisa menghubungi panitia dari paguyuban PKL di masing-masing lokasi," jelasnya.

Baca Juga: Benarkah Rafinha Dipertahankan PSIM Yogyakarta? Pemain Terbaik Liga 2 Buka Suara Soal Kontraknya Bersama Laskar Mataram

Untuk lokasi di Alun-Alun Giri Krida Bakti, sentra takjil akan ditempatkan di trotoar sekitar lapangan. Sementara di Stadion Pringgodani, area parkir stadion akan disiapkan sebagai lokasi utama.

Ketentuan Berjualan

Wahyu menegaskan bahwa ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh pedagang, di antaranya:
Pedagang tidak diperbolehkan memasak di tempat – Makanan dan minuman yang dijual harus sudah matang.
Selain itu, mereka juga harus menjaga kebersihan lingkungan – Setiap pedagang diwajibkan membawa dan menyediakan kantong sampah sendiri.
Dan yang menarik dalam even ini tidak ada retribusi dari pemerintah – Pedagang diberikan keleluasaan untuk berjualan, namun tetap diharapkan menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan di area bazar.

Baca Juga: Kapan Denny Caknan dan Bella Bonita Rilis Lagu 'Tatak Mlakune, Neng Njobo Banter Tenan Angine'? Ternyata Project Sejak Agustus!

"PKL yang biasa berjualan di lokasi tersebut tetap diperbolehkan berjualan seperti biasa. Kami ingin semua pedagang bisa saling mendukung dan menjaga suasana agar tetap kondusif," imbuhnya.

Car Free Day (CFD) Diliburkan Selama Ramadhan

Selain itu, Wahyu juga mengonfirmasi bahwa Car Free Day (CFD) Wonogiri akan ditiadakan selama bulan Ramadhan. CFD baru akan kembali digelar setelah perayaan Idul Fitri.

Dengan adanya sentra takjil ini, diharapkan aktivitas ekonomi di Wonogiri semakin meningkat, sekaligus memberikan pengalaman kuliner yang lebih nyaman bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (al/an)

BERWIBAWA: Wabup KH. Imam Hasyim menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Isra Mikraj 1446 Hijriah di Pendopo Keraton Sumenep, Rabu (26/2). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
BERWIBAWA: Wabup KH. Imam Hasyim menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Isra Mikraj 1446 Hijriah di Pendopo Keraton Sumenep, Rabu (26/2). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
Editor : Andi Aris Widiyanto
#takjil #pemerintah kabupaten wonogiri #Kepala Dinas Perdagangan #umkm