Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Aksi Tawuran Puluhan Pemuda di Jalan Veteran Solo Diduga Salah Sasaran! Korban Alami Luka hingga Trauma

Antonius Christian • Sabtu, 22 Juni 2024 | 21:00 WIB
Rekaman CCTV tawuran di sekitar Pasar Kliwon Solo.
Rekaman CCTV tawuran di sekitar Pasar Kliwon Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Rekaman CCTV aksi tawuran di Kota Solo ini menjadi salah satu bukti nyata perilaku menyimpang yang dilakukan oleh beberapa oknum.

Dalam rekaman CCTV tersebut menunjukkan aksi tawuran yang terjadi di Kota Bengawan, tepatnya di kawasan Pasar Kliwon.

Dimana aksi pertikaian ini terekam dari sebuah gedung dijalan Veteran, Kelurahan/Kecamatan pasar Kliwon yang kemudian menyebar melalui group whatssapp. Terlihat sejumlah orang yang bertikai menggunakan sajam.

Dalam video berdurasi 2 menit 47 detik, memperlihatkan sekolompok orang yang menggunakan sepeda motor berhenti di depan Hotel Amira.

Sejumlah motor berbelok masuk gang, dan sebagian berjalan di Jalan Veteran.

Dimana orang-orang yang melakukan aksi penyerangan menutup wajah mereka, bahkan ada yang membawa senjata.

Lalu sekelompok orang itu mulai bergerak hingga tidak terekam kamera CCTV.

Beberapa saat kemudian, sekelompok orang tersebut kembali terekam kamera CCTV dan mencoba kabur. Naas, satu orang terjatuh dan jadi bulan-bulanan. Bahkan orang yang dikeroyok itu nampak beberapa kali ditabrak motor.

Masyarakat yang ada di sekitar lokasi, Purwanto,48 mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Jumat (21/6) sekira pukul 03.30 WIB tadi.

"Awal kejadiannya saya tidak tahu. Tahu-tahu ada yang jatuh, diseret itu. Karena saya takut, saya lari," kata Purwanto saat ditemui disekitar TKP Sabtu (22/6)

Dia mengatakan, ada puluhan orang saat itu. Namun ia tak berani menyaksikan, karena takut menjadi korban.

"Ada 4 atau 6 yang membawa senjata tajam. Mereka masih muda semua," ucapnya.

Sepengetahuannya, atas kejadian itu ada satu korban luka. Korban sempat tertidur di salah satu pekarangan rumah. Selanjutnya, ia tak mengetahui nasib korban.

"Setelah itu saya tidak berani kesana lagi. baru berani ke Lokasi Sore harinya. Mungkin sudah dibawa Ke Rumah Sakit," pungkasnya.

Kejadian penganiayaan ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Pasar Kliwon, IPDA Suhartaka. Namun hingga selang sehari, tidak ada laporan yang masuk ke pihak kepolisian, baik ditingkat Polsek maupun Polresta.

"ternyata video ini menyebar. Kita cek di lokasi, kita datangi TKPnya," ujarnya.

Dari hasil penyisiran dilapangan, Anggoa Reskrim Polsek menemukan ada Sajam meyerupai cerurit di TKP. Diperkirakan sajam tersebut milik salah satu kelompok yang bentrok.

"tidak tahu terjatuh, tertinggal atau sengaja dibuang. Namun sudah kita amankan sebagai barang bukti," kata Dia.

Hartaka menambahkan dari situ, pihaknya lantas mendalami kasus tersebut, hingga kemudian diketahui bahwa Korban dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati. Akan tetapi, saat tim tiba dirumah sakit. Ternyata korban hanya menjalani rawat jalan.

Anggota lantas mendatangi rumah korban yang berada dikawasan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan pasarkliwon setelah mendapat alamatnya dari pihak rumah sakit.

"Namun korban menolak untuk membuat laporan. Mungkin masih trauma atau juga masih sakit juga, karena mendapat sejumlah luka," kata dia.

Akan tetapi bukan berarti kasus ini selesai, Hartaka menjelaskan bila kasus ini tetap ditangani pihak kepolisian dengan model Laporan A atau laporan peristiwa kejahatan.

"Jadi kita menggali dari keterangan saksi di TKP, kalau dari rekaman CCTV ada 10 hingga 15 kendaraan, mungkin pelakunya bisa lebih," ungkapnya.

Akan tetapi Hartaka mengatakan pihaknya telah mendapatkan keterangan dari korban sebagai petunjuk awal.

Dimana awalnya korban bersama rekannya keluar untuk membeli pulsa dengan mengendarai sepeda motor di jalan Veteran dari arah timur ke barat. Kemudian menyalip sekelompok pesepeda motor.

"Kemudian berhenti di timur lampu merah gading. Kemudian dari arah barat ada kelompok lain. Kemungkinan mau menyerang kelompok yang disalip korban, hingga korban lantas kabur dengan maksud menghindari bentrokan tersebut," urai Hartaka.

Akan tetapi, diduga salah sasaran korban beserta rekannya malah dikejar oleh kelompok yang datang dari arah barat.

hingga terjadi kasus pengainiayaan tersebut. "Jadi ini dugaannya salah sasaran," pungkasnya. (atn)

Photo
Photo
Editor : Nindia Aprilia
#tawuran #jalan veteran #trauma #solo #korban #pemuda