SOLOBALAPAN.COM - Kehebohan terjadi di SMPN 8 Solo pada Rabu (28/2) siang.
Puluhan siswa di sekolah tersebut dikabarkan mengalami kerasukan massal saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Wahyu Prihatin Sayekti mengatakan kesurupan massal dialami siswa secara acak dari kelas VII hingga kelas IX sekira 10 anak.
Dia pun menjelaskan awal mula kesurupan massal itu terjadi.
"Anak yang pertama itu sepertinya hanya menangis kemudian ditolong temannya karena iba," kata Wahyu seperti dikutip dari Radar Solo.
"Temannya yang menolong lalu ikut menangis akhirnya itu berkesinambungan," bebernya pada Rabu (28/2).
Wahyu menambahkan, siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) ikut menolong.
Kendati demikian, sebagian dari mereka malah ikut menangis.
"Nah ini, salah satu anak yang terampil menolong di aula malah kena juga," bebernya.
Wahyu menceritakan kondisi siswa yang awalnya melamun kemudian berteriak histeris.
Mereka memanggil nama-nama yang tidak dikenal.
Lalu menangis yang dinilai tidak seperti menangisnya orang normal.
Wahyu menyebut penanganan awal dilakukan guru agama. Semakin lama melibatkan lebih banyak guru, termasuk dirinya.
"Penanganan ada yang di UKS kemudian ada yang di ruang BK dan ada yang di ruang aula," jelasnya.
Melihat kondisi siswa dan sudah banyak guru yang terlibat dalam penanganan, Wahyu mengatakan pihaknya memutuskan seluruh siswa dipulangkan lebih awal.
"Dengan kondisi anak-anak ini banyak guru yang terlibat untuk penanganan anak-anak akhirnya tidak kondusif jadi," jelas Wahyu.
"Daripada nanti pasiennya semakin banyak sekolah mengambil kebijakan untuk dipulangkan lebih awal," lanjutnya.
Wahyu memastikan siswa sudah tenang dan pulang dijemput orang tuanya. Sementara para guru melakukan rapat untuk tindak lanjut atas kejadian tersebut.
Wahyu mengatakan akan diadakan pengajian di lingkungan sekolah pada Jumat (1/3) mendatang.
Pasalnya, masih ada siswa kelas IX mengikuti asesmen bakat dan minat (ABM) pada Kamis (29/2). (zia/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro