Tak Semua ASN Bisa Gowes, DPRD Sragen Dorong Solusi Efisiensi Energi yang Realistis, Begini Solusinya !


SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Instruksi penghematan energi dari Presiden mulai bergulir ke daerah.
Namun di lapangan, implementasinya tak selalu berjalan mulus. Di Kabupaten Sragen, wacana efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui gerakan bersepeda ke kantor justru menuai sorotan.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sragen, Pujono Elly Bayu Effendi, angkat bicara. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar benar-benar efektif dan tidak sekadar simbolis.
Baca Juga: Tragedi di Wonogiri, Balai Dusun Roboh Timpa 5 Warga, 1 Tewas, Begini Kronologinya!
Menurutnya, solusi efisiensi energi tidak bisa disamaratakan untuk semua Aparatur Sipil Negara (ASN), mengingat luasnya wilayah Sragen yang mencakup kecamatan-kecamatan jauh seperti Sukodono, Kalijambe, hingga Miri.
“Kalau rumahnya di Sukodono atau Miri tapi kantornya di pusat kota Sragen, lalu harus naik sepeda onthel, ya kurang efisien. Belum mulai kerja sudah kelelahan, belum lagi soal waktu tempuh,” ujarnya.
Bayu menilai, pendekatan yang lebih realistis justru terletak pada penataan ulang sistem kerja ASN. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sragen untuk melakukan pemetaan penempatan pegawai berdasarkan domisili tempat tinggal.
Langkah ini dinilai mampu menekan penggunaan BBM secara alami tanpa mengorbankan produktivitas kerja.
“Kalau ASN ditempatkan lebih dekat dengan rumahnya, otomatis penggunaan kendaraan berkurang. Emisi turun, efisiensi energi benar-benar terasa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyarankan alternatif lain bagi ASN yang memiliki jarak tempuh jauh, yakni beralih dari mobil pribadi ke sepeda motor sebagai langkah transisi menuju efisiensi.
Meski demikian, Bayu mengingatkan bahwa kebijakan berbasis domisili tetap harus mempertimbangkan kompetensi dan keahlian pegawai. Tidak semua posisi bisa disesuaikan hanya berdasarkan jarak, karena kebutuhan organisasi tetap menjadi prioritas.


