Krisis Rantai Pasok Picu Harga Plastik Melonjak, Ini Dampak dan Solusinya


SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm bagi dunia industri.
Gangguan rantai pasok global hingga dinamika geopolitik disebut sebagai pemicu utama kenaikan bahan baku berbasis petrokimia tersebut.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Arif Rahman Hakim, menjelaskan fenomena ini tak lepas dari tekanan di sisi penawaran yang memicu ketidakseimbangan pasar.
“Dari sisi penawaran, terjadi kontraksi akibat terganggunya rantai pasok global bahan baku petrokimia seperti resin plastik. Ini juga dipengaruhi dinamika geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia sebagai bahan utama produksi,” ujarnya, Minggu (5/4).
Menurutnya, kondisi tersebut memicu supply shock—pergeseran kurva penawaran ke kiri—yang berujung pada kenaikan harga keseimbangan di pasar.
Di sisi lain, permintaan plastik justru tetap tinggi dan relatif stabil, terutama untuk sektor pangan, logistik, hingga industri kemasan. Situasi ini memperparah tekanan harga karena pasar tidak memiliki ruang penyesuaian dalam jangka pendek.
“Permintaan plastik cenderung inelastis dalam jangka pendek. Ketika pasokan terganggu sementara permintaan tetap, kenaikan harga menjadi tidak terhindarkan,” jelasnya.
Dampak langsung mulai dirasakan pelaku industri, terutama usaha kecil dan menengah (UKM). Kenaikan harga bahan baku mendorong terjadinya cost-push inflation yang berisiko menekan kapasitas produksi.
“Sebagian pelaku usaha bisa mengurangi produksi, bahkan menghentikan operasional sementara. Dampaknya merambat ke sektor hilir seperti industri kemasan hingga makanan dan minuman,” ungkap Arif.
