SOLOBALAPAN.COM – PSSI terus tancap gas membangun fondasi sepak bola nasional dari akar rumput.
Di bawah komando Direktur Teknik Alexander Zwiers, fokus pengembangan kini bergeser pada penguatan kualitas pelatih.
Langkah konkret terbaru adalah bergabungnya Alistair Smith ke dalam departemen pendidikan dan pengembangan PSSI.
Sosok ini diharapkan menjadi kunci revolusi sistem pembinaan pelatih di Indonesia agar setara dengan standar global.
Siapa Alistair Smith? "Guru" dari Para Pelatih Dunia
Alistair Smith bukanlah nama baru di jagat sepak bola internasional. Ia adalah konsultan pembelajaran dengan rekam jejak mentereng selama lebih dari dua dekade bersama The Football Association (FA).
Selama di sana, dia terlibat dalam pengembangan berbagai program pendidikan pelatih, termasuk merancang kursus pelatih elite pertama.
Salah satu kontribusi pentingnya adalah mengarahkan lisensi tertinggi kepelatihan, yakni UEFA Pro Licence, menjadi lebih berbasis kompetensi.
Tercatat, lebih dari 30.000 pelatih berlisensi telah merasakan manfaat dari sistem yang dia bantu kembangkan bersama FA.
Pengalamannya tak berhenti di Inggris. Smith juga pernah bekerja sama dengan UEFA yang bermarkas di Nyon, Swiss.
Di sana, dia membantu merancang konferensi bagi para pendidik pelatih serta menyusun protokol pembelajaran orang dewasa yang dapat diterapkan oleh 55 federasi anggota UEFA.
Fokus: Kualitas, Bukan Sekadar Lisensi
Kehadiran Smith di PSSI membawa misi khusus. Fokus utamanya bukan hanya mengejar kuantitas atau jumlah pelatih berlisensi, melainkan juga pada kualitas metode pelatihan yang diterapkan, terutama di level usia muda.
Tidak hanya itu saja, langkah ini juga tepat untuk pembinaan usia muda, dimana diharapkan pelatih di level grassroots memiliki kompetensi yang tepat untuk mengarahkan talenta muda.
Selain itu, terbentuk sistem berkelanjutan dimana mampu menciptakan ekosistem di mana pelatih Indonesia mampu bersaing secara taktik dan mental di level internasional.
Dampak Jangka Panjang bagi Timnas
Dengan pelatih-pelatih yang kompeten dan terstandarisasi Eropa, proses scouting dan pengembangan pemain muda di seluruh pelosok Indonesia diharapkan berjalan lebih sistematis.
"Langkah ini krusial. Jika pelatihnya berkualitas, maka pemain yang dihasilkan pun akan memiliki standar yang jauh lebih baik untuk menyokong prestasi Timnas di masa depan," tulis laporan departemen teknik PSSI.
Jika program kolaborasi antara Zwiers dan Smith ini berjalan optimal, bukan tidak mungkin Indonesia segera memanen generasi emas pelatih lokal yang disegani di kancah Asia hingga dunia. (dam)
Editor : Damianus Bram