SOLOBALAPAN.COM – Persib Bandung tidak hanya sukses mengamankan tiga poin saat menundukkan Persita Tangerang 1-0, Minggu (22/2/2026).
Laga tersebut juga menjadi momen emosional bagi bek naturalisasi, Dion Markx, yang akhirnya mencatatkan debut resminya berseragam biru-biru.
Meski hanya tampil selama tiga menit setelah menggantikan Berguinho di menit ke-87, pelatih Bojan Hodak memiliki alasan kuat di balik keputusan tersebut.
Fleksibilitas di Luar Posisi Asli
Dion Markx yang sejatinya adalah bek tengah, justru dipasang Bojan sebagai bek kanan menggantikan Kakang Rudianto.
Hodak menilai eks pemain NEC Nijmegen ini punya kemampuan adaptasi posisi yang luar biasa.
Hodak mengklaim Dion bisa bermain di tiga posisi berbeda di lini belakang.
Ia Memberikan menit bermain meski singkat, namun penting agar pemain selalu siap jika pilar utama harus absen.
Adaptasi Budaya Sepak Bola Indonesia
Pelatih asal Kroasia itu menyadari bahwa Dion datang dari atmosfer sepak bola Belanda yang sangat berbeda dengan Indonesia.
Tanpa adanya laga uji coba, pertandingan resmi menjadi satu-satunya cara bagi Dion untuk "belajar".
"Dia datang dari liga yang berbeda, jadi dia perlu sedikit merasakan seperti apa liga kami, bagaimana pertandingan berlangsung," jelas Hodak, dikutip dari JawaPos.com, Senin (23/2/2026).
Komitmen Orbitkan Darah Muda
Dion Markx bukanlah satu-satunya. Hodak menegaskan bahwa Persib saat ini sedang serius memberikan ruang bagi pemain muda untuk naik kelas.
Nama-nama seperti Robi Darwis, Kakang Rudianto, Nazriel Alfaro, hingga kiper Fitrah Maulana terus mendapatkan menit bermain secara bertahap.
| Kategori | Keterangan |
| Waktu Bermain | ± 3 Menit (Masuk Menit 87) |
| Posisi Bermain | Bek Kanan (Posisi Asli: Bek Tengah) |
| Status Pemain | Debutan (Eks NEC Nijmegen U-21) |
| Hasil Pertandingan | Persib 1-0 Persita |
Taktik Bojan Hodak ini cerdas. Dia nggak langsung melempar Dion ke "hutan rimba" dengan durasi lama, tapi memberi sentuhan awal biar mentalnya terbangun.
Memasang bek tengah di posisi bek kanan juga cara bagus buat melatih kecepatan dan ketahanan one-on-one sang pemain.
Bobotoh patut bersabar, karena di bawah Hodak, regenerasi Persib tampak berada di jalur yang benar. (dam)
Editor : Damianus Bram